Seberapa Buruk Kondisi Perekonomian Turki Saat Ini?

Kompas.com - 03/04/2019, 11:24 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. AFP/ADEM ALTANPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Apakah pemulihan mungkin terjadi?

Pemulihan mungkin saja terjadi dalam tataran tertentu, tetapi mungkin akan menjadi kejutan jika pertumbuhannya sampai ke tingkat yang terjadi baru-baru ini.

Selama empat tahun mendatang, IMF memperkirakan Turki akan kembali mengalami pertumbuhan.

Namun IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Turki tidak lebih dari 2,5 persen dan bahkan lebih rendah untuk tahun-tahun tertentu.

Baca juga: Wapres Kalla Yakin Badai Ekonomi Turki Tak Pengaruhi Indonesia

Bagi negara dengan pertumbuhan pesat apalagi potensi pertumbuhannya seharusnya relatif baik, pertumbuhan yang diperkirakan IMF tersebut tidaklah impresif.

Turki juga mengalami masalah inflasi yang serius. Harga barang-barang konsumsi pada Februari hampir 20 persen lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya. Angka inflasi Oktober malah lebih dari 25 persen.

Bank sentral biasanya mengatasi inflasi dengan menaikkan suku bunga yang membuat pinjaman ke pihak perusahaan dan nasabah pribadi lebih mahal sehingga mereka mengurangi pengeluaran. Dengan demikian tekanan yang biasanya mendorong kenaikan harga berkurang.

Bank sentral Turki memang menaikkan suku bunga secara drastis tahun lalu. Suku bunga utamanya dipatok sangat tinggi pada tingkat 24 persen. Tetapi Erdogan tidak setuju.

Pandangan Erdogan terhadap masalah ini sangatlah tidak lazim dan hal itu dianggap sebagai persoalan di pasar keuangan.

Berkali-kali ia menyerukan perlunya suku bunga yang rendah dan selama beberapa hari terakhir, ia mengulangi hal yang sama.

Ia menekankan bahwa inflasi sudah turun dari tingkat tertinggi sebelumnya (memang benar). Namun dikatakannya bahwa persoalan utama adalah tingkat suku bunga.

"Inflasi akan turun lebih lanjut dengan menurunkan suku bunga," kata Erdogan.

Anggapan tersebut berlawanan dengan pandangan bank-bank sentral pada umumnya, pasar keuangan dan pandangan di kalangan ahli ekonomi.

Akibatnya, para investor menjadi ragu apakah bank sentral Turki benar-benar independen, meskipun sejauh ini, belum menanggapi seruan presiden untuk menurunkan suku bunga.

Turki juga mengalami persoalan penurunan tajam mata uang, masalah yang muncul kembali selama beberapa pekan terakhir. Persoalan itu memperburuk inflasi karena harga barang-barang impor menjadi lebih mahal.

Suku bunga tinggi dapat membantu menstabilkan mata uang. Dengan demikian investor mendapat keuntungan lebih besar dalam mata uang lira, sehingga mereka terdorong untuk membelinya dan nilai mata uang tersebut ikut terangkat, atau setidaknya mengurangi tekanan agar nilai mata uang lira tidak anjlok lebih rendah lagi.

Menanggapi merosotnya nilai tukar lira, Erdogan memilih untuk menyalahkan pihak-pihak luar: "Semua ini adalah upaya Barat, khususnya Amerika Serikat, untuk menyudutkan Turki."

Regulator perbankan menggelar penyelidikan terhadap perusahaan Amerika Serikat JP Morgan sehubungan dengan satu laporan yang dianggap menggoyang mata uang lira.

"Kita harus mendisiplinkan semua spekulan pasar," kata Erdogan sebagaimana dikutip media.

Biaya meminjam lira juga meningkat drastis di pasar keuangan. Beberapa laporan menyebutkan bank-bank Turki diperintahkan untuk menahan dana dalam bentuk lira. Jika tidak, dana itu bisa digunakan untuk praktik spekulasi mata uang.

Pemerintah juga menggelar pasar murah untuk bahan pangan tertentu.

Operasi pasar tersebut mungkin membantu keluarga-keluarga yang mengalami kesulitan, tetapi tidak akan menciptakan solusi yang ampuh untuk mengatasi inflasi Turki.

Baca juga: Krisis Keuangan, Turki Kehilangan Sepertiga Miliardernya

Mengenai langkah-langkah untuk menstabilkan mata uang, muncul keragu-raguan mendalam.

Dennis Shen dari perusahaan pemeringkat kredit Scope memberikan pendapatnya.

"Taktik seperti itu untuk memaksa lira stabil dan membatasi penjualan lira mungkin saja mengurangi tekanan spekulatif sampai batas tertentu untuk jangka pendek, tetapi akan membuat lira tidak menarik dalam jangka panjang, memotong investasi asing langsung dan portfolio eksternal, dan arus utang ke Turki."

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X