Larangan Senjata Pasca-penembakan di Masjid Selandia Baru Bisa Telan Dana Rp 2 Triliun

Kompas.com - 02/04/2019, 13:26 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru dengan mengenakan kakahu (jubah tradisional Maori) datang ke tempat upacara peringatan dua pekan penembakan masjid di Hagley Park, Christchurch, Jumat (29/3/2019). Peringatan itu dilakukan untuk mengenang 50 jemaah yang tewas ketika teroris menyerang Masjid Al Noor dan Linwood 15 Maret 2019. AFP/MARTY MELVILLEPerdana Menteri Selandia Baru dengan mengenakan kakahu (jubah tradisional Maori) datang ke tempat upacara peringatan dua pekan penembakan masjid di Hagley Park, Christchurch, Jumat (29/3/2019). Peringatan itu dilakukan untuk mengenang 50 jemaah yang tewas ketika teroris menyerang Masjid Al Noor dan Linwood 15 Maret 2019.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Selandia Baru sangat total dalam mempersiapkan aturan pelarangan senjata gaya militer (MSSA) dan semi-otomatis pasca- penembakan di masjid Christchurch.

Melalui rancangan aturan yang bakal dibahas pekan depan, MSSA dan senapan semi-otomatis bakal dilarang. Khususnya kaliber ,22 dan shotgun dengan amunisi tak lebih dari lima butir.

Kemudian pemerintah bakal melarang adanya suku cadang yang bisa meningkatkan performa senjata, hingga menyiapkan skema khusus pembelian (buyback) senjata.

Baca juga: Teroris di Selandia Baru Sempat Unggah Foto Masjid Al Noor di Facebook 2 Hari Sebelum Serangan

Terkait skema buyback itu, Perdana Menteri Jacinda Ardern memprediksi negara bakal menghabiskan dana hingga 200 juta dollar, atau Rp 1,9 triliun.

Namun Wakil PM Winston Peters dikutip The Guardian Selasa (2/4/2019) berkata, pemerintah perlu untuk bersiap menghadapi kondisi terburuk.

"Ini mungkin heboh. Namun bisa jadi dana kami bakal habis 300 juta dollar (Rp 2,8 triliun)," kata Peters dalam wawancara dengan Radio NZ.

Dalam aturan itu, setiap masyarakat Negeri "Kiwi" diharuskan menyerahkan seluruh MSSA maupun senapan semi-otomatis mereka paling lambat September mendatang.

Jika tidak, terdapat hukuman penjara bagi para pelanggar. Dimulai dari dua tahun menghuni hotel prodeo jika ada yang ketahuan menjual senjata larangan itu.

Kemudian lima tahun penjara atas kepemilikan senjata itu, dan tujuh tahun jika mengarahkan senjata yang dilarang ke orang lain.

"Mempunyai senjata api adalah anugerah, bukan hak di negara ini," tegas Menteri Kepolisian Stuart Nash kepada Parlemen Selandia Baru.

Gun City, toko senjta di Christchurch menghendaki agar setiap pemilik senjata diperlakukan adil, dan meminta prosesnya diperlambat.

Reformasi senjata terjadi setelah teroris asal Grafton, Australia, menyerang Masjid Al Noor dan Linwood saat Shalat Jumat 5 Maret lalu.

Teroris yang mengklaim sebagai ekstremis kulit putih itu menewaskan 50 jemaah, dengan korban paling banyak terjadi di Al Noor.

Baca juga: 11.000 Orang Tanda Tangani Petisi Lawan Pengetatan Aturan Senjata di Selandia Baru



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X