Kompas.com - 02/04/2019, 13:08 WIB
Sapi pertama kali muncul di pantai wisata Playa de La Jaquita dekat resor pantai El Medano. (YouTube/Ardiel Rodriguez) Sapi pertama kali muncul di pantai wisata Playa de La Jaquita dekat resor pantai El Medano. (YouTube/Ardiel Rodriguez)

TENERIFE, KOMPAS.com - Turis di Kepulauan Canaria, Spanyol, biasanya menyaksikan paus dan lumba-lumba. Tapi kali ini, mereka dikejutkan dengan bangkai tiga ekor sapi yang mengambang di lautan.

Salah satu bangkai sapi itu pun hanyut di pantai destinasi wisata populer di Tenerife.

Diwartakan Daily Mail, Senin (1/4/2019), sapi-sapi yang mati itu muncul di perairan selama 7 hari terakhir. Padahal, kepulauan tersebut dikenal karena keindahan lingkungan dan perhatiannya terhadap perlindungan hewan.

Baca juga: Sejumlah Sapi di Belanda Diajari Kencing di Toilet, Ini Alasannya...

Sapi pertama kali muncul di pantai wisata Playa de La Jaquita dekat resor pantai El Medano.

Ketika itu, dua perenang terkejut menemukan bangkai sapi di pantai. Kemudian, pengendara jet ski membantu mendorong hewan tersebut ke pasir.

Petugas lalu menarik bangkai agar menjauh dari pantai dan dibawa ke tempat pembuangan sampah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa hari kemudian, bangkai sapi lainnya hanyut di pantai dekat kawasan industri Granadilla de Abona.

Bangkai sapi yang ketiga terlihat mengambang di tengah laut antara Tenerife dan pulau La Gomera yang indah.

Hewan mamalia tersebut berasal dari kapal pengangkut ternak yang melakukan perjalanan dari Amerika Selatan.

Jika seekor hewan mati selama penyeberangan, bangkainya dilemparkan ke laut.

"Bangkai sapi pasti dari salah satu kapal yang mengangkut kawanan ternak dari benua Amerika," kata Kementerian Pertanian di Kepulauan Canaria.

Baca juga: Tak Sengaja Makan Daging Sapi, Pria Hindu Tuntut Supermarket Biayai Perjalanan ke India

Diwartakan The Independent, Dirjen Ternak setempat David de Vera menyebut langkah pembuangan bangkai ke laut dilarang oleh hukum internasional.

Menurutnya, protokol internasional untuk hewan yang mati selama pelayaran harus dibakar atau dibuang begitu kapal mencapai pelabuhan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X