Kerap Lakukan KDRT, Kakek 76 Tahun Tewas Dipukuli Istrinya

Kompas.com - 02/04/2019, 10:24 WIB
KDRT. ShutterstockKDRT.

LONDON, KOMPAS.com — Seorang perempuan berusia 73 tahun yang memukuli hingga tewas suaminya setelah mengalami kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT) selama bertahun-tahun akhirnya dibebaskan dari tuduhan pembunuhan berencana.

Packiam Ramanathan menyerang suaminya, Kanagusabi Ramanathan yang berusia 76 tahun, saat pria itu berbaring di tempat tidur di rumah mereka di Newham, London timur, pada 21 September 2018.

Dalam persidangan, Packiam mengaku sedang "kesurupan" ketika dia memukuli suaminya dengan menggunakan tongkat kayu.

Baca juga: Polisi Dibunuh Istri dan Anaknya karena Melarang Mereka Pakai Jeans

Dia akhirnya dinyatakan tidak bersalah atas pembunuhan berencana. Namun, dia mengaku melakukan penganiayaan itu sebagai akibat dari penindasan yang dia alami selama 35 tahun pernikahan.

Pasangan tersebut dijodohkan orangtua mereka pada 1983. Mereka meninggalkan Sri Lanka ketika perang saudara terjadi di negara itu.

Kanagusabi ditemukan dengan cedera kepala serius dan beberapa luka pada tubuh dan leher setelah Packiam Ramanathan mengatakan kepada tetangga bahwa dia telah memukul suaminya.

Packiam mengaku hilang kendali setelah bertahun-tahun mendapat perlakuan kasar dari suaminya yang kerap memukulinya dan menuduhnya berselingkuh dengan penjual ikan.

"Saya tidak tahu bagaimana saya melakukannya. Bagi saya, saya masih merasa orang lain yang melakukannya," kata Packiam.

Jaksa Sally O'Neil mengatakan, pasangan itu bertengkar karena masalah uang. Packiam menjadi sangat marah ketika mengetahui suaminya menulis surat kepada polisi Sri Lanka dan menuduh saudaranya melakukan penipuan dan pencurian.

Namun, pengacara Stephen Kamlish QC yang membela Packiam mengatakan, jika perempuan berusia 73 tahun itu ingin membunuh suaminya yang menderita diabetes, dia bisa saja memberinya dosis insulin yang lebih besar.

"Fakta bahwa tindakannya dilakukan dengan cara seperti itu, dengan tongkat, berarti tidak ada perencanaan," katanya.

Baca juga: Istri Bunuh Suami Setelah Temukan Kondom di Kantong Celananya

Panel juri berunding selama setengah jam dan memutuskan Packiam Ramanathan tidak bersalah atas pembunuhan berencana.

Namun, dia akan mendengarkan untuk kasus pembunuhan yang tidak direncanakan. Sidang vonis akan digelar pada Jumat (5/4/2019).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X