Kalah di Ankara dan Istanbul, Pukulan Telak bagi Erdogan

Kompas.com - 02/04/2019, 06:35 WIB
Kandidat wali kota Istanbul dari kubu oposisi Partai CHP Ekrem Imamoglu menggelar jumpa pers pada Minggu (1/4/2019). Dalam pemilihan wali kota Istanbul Imamoglu memimpin dengan hampir 28,000 dari kandidat partai berkuasa AKP. Demikian menurut Badan Pemilihan Tertinggi (YSK). AFP/YASIN AKGULKandidat wali kota Istanbul dari kubu oposisi Partai CHP Ekrem Imamoglu menggelar jumpa pers pada Minggu (1/4/2019). Dalam pemilihan wali kota Istanbul Imamoglu memimpin dengan hampir 28,000 dari kandidat partai berkuasa AKP. Demikian menurut Badan Pemilihan Tertinggi (YSK).
|

Mengomentari kekalahan di dua kota besar ini, Erdogan mengatakan, dia lebih memilih pemilihan umum 2023.

"Kami masih memiliki waktu panjang di mana kami akan melakukan reformasi ekonomi tanpa kompromi dengan aturan pasar bebas," ujar Erdogan.

"Jika masih ada kekurangan, itu tugas kami untuk memperbaiki," ujar dia.

Lebih dari 57 juta warta Turki memiliki hak untuk memilih wali kota dan anggota dewan kota di seluruh negeri.

Kandidat oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) Mansur Yavas menang di Ankara dengan raihan 51 persen suara.

Adapun kandidat AKP Mehmet Ozhaseki hanya meraih suara sekitar 47 persen.

Di Istanbul, CHP dan AKP sama-sama mengklaim kemenangan di kota yang sejak 1994 dikuasai partai pro-Erdogan.

Komisi pemilihan umum mengatakan kandidat CHP Ekrem Imamoglu memimpin dengan selisih kurang dari 0,5 persen.

Namun, hasil penghitungan yang dikabarkan kantor berita Anadolu malah memiliki selisih lebih kecil, yaitu kurang dari 0,25 persen.

AKP mengatakan, kandidatnya di Istanbul mantan PM Binali Yildirim unggul dengan 4.000 suara.

Baca juga: Sudah Deal dengan Rusia, Turki Kini Bahas Pengiriman S-400

Yildirim kemudian mengakui keunggulan tipis rivalnya, tetapi AKP kemudian kembali mengklaim kemenangan.

Sementara itu, kota terbesar ketiga di Turki, Izmir, jatuh ke tangan oposisi.

"Rakyat sudah memilih demi demokrasi. Mereka sudah memilih demokrasi," kata pemimpin CHP Kemal Kilicdaroglu.

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X