Kompas.com - 01/04/2019, 20:54 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com - Otoritas Israel mengumumkan akan melonggarkan pembatasan terhadap nelayan di lepas pantai di pesisir Jalur Gaza, Senin (1/4/2019).

Jarak yang diizinkan bagi para nelayan untuk berlayar mencari ikan ataupun melakukan pelayaran adalah hingga sejauh 15 mil laut (sekitar 27 kilometer) ke arah Mediterania.

Jarak itu menjadi jarak terbesar yang diizinkan Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Serikat nelayan Gaza mengatakan perluasan izin wilayah penangkapan ikan itu ditetapkan dengan rincian 6 mil laut untuk wilayah di utara yang dekat perbatasan Israel, 12 mili laut di Gaza tengah, dan 15 mil laut di selatan yang dekat perbatasan Mesir.

Baca juga: Hamas Klaim Capai Gencatan Senjata dengan Israel Dimediasi Mesir

Keputusan perluasan izin wilayah perluasan itu disebut diambil setelah Hamas, mengatakan telah terlibat dalam perundingan dengan Israel yang ditengahi Mesir dan membahas pelonggaran bagian-bagian blokade dengan imbalan tetap menjaga ketenangan di perbatasan.

Pihak Israel telah berkomentar mengenai negosiasi. Namun telah diketahui secara luas, Perdana Menteri Benjamin ingin menghindari eskalasi ketegangan di Jalur Gaza menjelang pemilihan umum yang akan dilangsungkan pada 9 April mendatang.

"Zona penangkapan ikan di Jalur Gaza telah diperluas hingga maksimal 15 mil laut (sekitar 27 kilometer)," kata COGAT, unit pengawasan regulasi perbatasan di bawah Kementerian Pertahanan Israel, seperti dikutip AFP.

Namun pihak Israel tidak merinci bagian-bagian mana di sepanjang Jalur Gaza yang memiliki perluasan izin perairan hingga 15 mil laut.

Meski dikatakan bahwa jarak yang diizinkan kali ini adalah yang terbesar diberikan Israel sejak beberapa tahun terakhir, namun faktanya jarak itu masih di bawah dari kesepakatan dalam perjanjian Oslo pada 1990-an.

Gisha, sebuah organisasi nonpemerintah yang memantau pembatasan di Gaza, mencatat bahwa luas perairan yang diizinkan menurut perjanjian di Oslo seharusnya hingga 20 mil laut (sekitar 37 kilometer). Demikian disampaikan juru bicara Gisha, Miriam Marmur.

Dia menambahkan, penegakan zona di masa lalu telah menyebabkan para nelayan Gaza ditembaki tentara Israel dan kapal mereka disita karena dituduh telah melanggar.

"Penegakan garis batas demarkasi rumit dari berbagai jarak yang diizinkan cenderung membahayakan nelayan dan mengancam peralatan mereka," kata Marmur.

Baca juga: Hamas Ajak Para Pendukungnya Sumbang Dana dalam Bentuk Bitcoin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.