Setelah George Clooney, Elton John Serukan Boikot Hotel Milik Sultan Brunei

Kompas.com - 01/04/2019, 18:17 WIB
Elton John tampil di panggung Grammy Awards 2013, yang diadakan di Staples Center, Los Angeles (California,AS), Minggu (10/2/2013) waktu setempat. Kevork Djansezian/Getty Images North America/AFPElton John tampil di panggung Grammy Awards 2013, yang diadakan di Staples Center, Los Angeles (California,AS), Minggu (10/2/2013) waktu setempat.

LONDON, KOMPAS.com - Penyanyi dan legenda pop Inggris Elton John mengikuti langkah aktor George Clooney yang menyerukan boikot terhadap hotel milik pemerintah Brunei.

Mereka dan sejumlah politisi maupun selebritas lainnya mengecam rencana hukuman mati dengan cara dirajam bagi LGBT dan pelaku zina.

Baca juga: George Clooney Serukan Pemboikotan Hotel Milik Sultan Brunei

Dalam kicauannya di Twitter Sabtu pekan lalu (30/3/2019), dia memuji Clooney dan menyebut Brunei sebagai negara di mana gay dilecehkan.

"Dia mengambil sikap menentang diskriminasi terhadap gay dengan cara memboikot hotel milik Sultan," ujar Elton dikutip AFP via Straits Times Senin (1/4/2019).

Penyanyi yang juga aktivis veteran hak gay berusia 78 tahun itu mengaku, dirinya sedih jika memikirkan nasib karyawan hotel jika terjadi boikot.

"Namun, kami harus mengirimkan sebuah pesan yang kuat sejauh kemampuan kami bahwa tindakan itu (rajam) sangat tidak bisa dibenarkan," katanya.

Sebelumnya pada pekan lalu, Clooney mengatakan dia meminta boikot terhadap sembilan hotel milik Brunei di Inggris, Perancis, Italia, hingga Amerika Serikat (AS).

"Setiap kali kita makan, menginap, maupun menggelar pertemuan, kita membayar kepada orang yang merajam warganya yang gay atau terbukti zina," kata Clooney.

Selain Clooney, terdapat politisi seperti Menteri Pembangunan Internasional Inggris Penny Mordaunt yang menyebut keputusan Brunei barbar.

Kemudian Amnesti Internasional meminta agar pemerintahan Sultan Hasanal Bolkiah itu menangguhkan hukuman mati yang dianggap kejam tersebut.

Negara monarki yang sudah diperintah Sultan Bolkiah selama 51 tahun itu rencananya bakal menerapkan hukuman rajam mulai Rabu pekan ini.

Brunei pertama kali mengumumkan hukuman itu pada 2013 silam. Namun rencana tersebut ditunda lantaran ditentang para pegiat HAM.

Baca juga: PBB: Hukuman Rajam sampai Mati di Brunei Tak Manusiawi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X