Venezuela Mati Lampu, Maduro Umumkan Listrik Dijatah

Kompas.com - 01/04/2019, 17:00 WIB
Suasana saat terjadinya listrik padam di Caracas, Venezuela, Kamis (7/3/2019). Di tengah krisis yang melanda Venezuela, pemadaman listrik massal yang terjadi berhari-hari di sejumlah kawasan negara itu menimbulkan banyak kekacauan seperti penjarahan hingga kesulitan air. ANTARA FOTO/REUTERS/CARLOS JASSOSuasana saat terjadinya listrik padam di Caracas, Venezuela, Kamis (7/3/2019). Di tengah krisis yang melanda Venezuela, pemadaman listrik massal yang terjadi berhari-hari di sejumlah kawasan negara itu menimbulkan banyak kekacauan seperti penjarahan hingga kesulitan air.

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan kebijakan untuk mengatasi adanya pemadaman listrik yang berlangsung sejak pekan lalu.

Sepanjang Maret, Venezuela telah dilanda dua kali mati lampu di mana Maduro menyalahkan adanya sabotase hingga serangan penembak runduk (sniper).

Baca juga: Venezuela Mati Lampu, Maduro Salahkan Sniper dan Minta Rakyat Berdoa

Pemadaman itu makin melengkapi derita negara di Amerika Latin itu yang sebelumnya sudah dihantam krisis ekonomi dan kelangkaan bahan makanan maupun obat-obatan.


Berpidato dalam siaran televisi negara, Maduro mengatakan dia telah menyetujui rencana penjatahan listrik yang bakal berlangsung dalam 30 hari ke depan.

Presiden yang berkuasa sejak 2013 itu tidak membeberkan bagaimana jatah listrik itu diberlakukan. Namun dia menjamin layanan air bakal tetap ada.

Maduro juga mengatakan dia bisa memahami jika ada warganya yang tidak bisa menonton pengumumannya itu karena listrik tidak mengalir.

Selain itu, Menteri Komunikasi Jorge Rodriguez mengatakan untuk mengoptimalkan kebijakan jatah listrik itu, pemerintah memutuskan tetap meliburkan sekolah.

"Selain itu, jam kerja karywan dibatasi hingga pukul 14.00 baik di kalangan pegawai negeri maupun swasta," kata Rodriguez dalam pernyataannya dilansir AFP Senin (1/4/2019).

Infrastruktur yang rapuh, investasi rendah di bidang energi, hingga perawatan yang buruk berkontribusi terhadap pemadaman tersebut.

Tanpa listrik, air tidak bisa mengalir, jalanan menjadi gelap, stasiun BBM tak berfungsi, hingga layanan internet dan komunikasi tidak ada.

Warga ibu kota Caracas Maria Rodriguez mengeluhkan tanpa adanya air, anaknya tidak bisa minum. Dia pun terpaksa melakukan berbagai cara.

Dia dan penduduk lainnya berusaha mendapatkan air baik dari mata air, pipa yang bocor, selokan, hingga Sungai Guiare yang mengalir di Caracas.

Kelangkaan listrik hingga air membuat warga di sejumlah kota melakukan aksi protes. Salah satunya terjadi di Los Palos Grandes.

Menggunakan panci memasak, peluit hingga bendera, para demonstran turun ke jalan. "Sekali lagi pemadaman listrik di negara ini memengaruhi kualitas hidup kami," keluh Joauin Rodriguez.

Baca juga: Venezuela Mati Lampu, Maduro Salahkan Teroris

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X