Pelajaran Intelijen dari Israel

Kompas.com - 01/04/2019, 16:47 WIB
Mantan Direktur Mossad Meir Dagan AP PhotoMantan Direktur Mossad Meir Dagan

Tak lama berselang, muncul kata-kata Arizona di radio, yang berarti target telah dilumpuhkan. Tel Aviv mendadak lega. Tujuh pesawat kembali dengan selamat (karena tiga di antaranya ditarik pulang sebelum koordinat target diberikan).

Olmert menelpon George W Bush, Presiden Amerika Serikat waktu itu, dan mengatakan bahwa target yang tak pernah ada sekarang telah tiada. Tampaknya Bush mengetahui operasi Israel ini dan terus dikabari oleh Olmert, namun memercayakan kepada Israel untuk mengeksekusinya.

Olmert kemudian mengirim pesan kepada Presiden Suriah Basyar Hafizh al-Assad bahwa Israel tidak akan mengakui terjadinya peledakan tersebut dan akan mengatakan kepada media bahwa Israel tidak tahu-menahu tentang itu.

Olmert sedikit berspekulasi atas kemungkinan reaksi Assad bahwa Assad akan menyepakatinya karena takut akan dipermalukan di pelataran Timur Tengah.

Yang lebih penting, jika Assad memperpanjang masalah, maka akan diketahui oleh publik global bahwa Assad memiliki reaktor nuklir.

Spekulasi Olmert ternyata berhasil. Televisi Suriah kemudian memberitakan bahwa pasukan Suriah telah menembaki beberapa pesawat Israel yang memasuki area mereka dan berhasil mengusirnya.

Satu pertanyaan muncul di kepala Olmert dan Dagan, bagaimana Suriah bisa menyembunyikan reaktor nuklir selama beberapa tahun belakangan?

Setelah informasi dikumpulkan, ternyata Suriah mengembangkan sistem jaringan komunikasi khusus yang tak tersentuh oleh jaringan elektronik. Komunikasi surat-menyurat langsung melalui dokumen tercetak dengan dukungan jaringan kurir yang rapi.

Otaknya adalah Jederal Muhamad Sulaeman. Jenderal ini adalah tangan kanan Asaad, bahkan sering diibaratkan sebagai bayangan Asaad.

Tahun 2008, Mossad mendapat kabar bahwa Asaad berniat membangun kembali reaktor nuklir dan Sang Jenderal langsung yang menanganinya.

Tak ada pilihan lain bagi Olmert dan Dagan, Sulaeman harus dilenyapkan. Tetapi tak mudah mengejar jenderal yang satu ini. Jadwalnya sangat rahasia, hanya diketahui beberapa orang. Dan di Damaskus, Sulaeman selalu dikawal ketat. Sangat tidak mungkin menghabisinya.

Pada pertengahan tahun 2008, Sulaeman diketahui sedang berada di rumah keduanya, sebuah vila di dekat pantai Kota Tirtous, Suriah.

Di sanalah Sulaeman berakhir dengan hantaman dua peluru pasukan super khusus Israel, Kidon, yang spesialisasinya memang untuk urusan bunuh-membunuh semua tokoh yang dianggap musuh Israel.

Boleh jadi, cerita di atas, yang belum lama ini dipublikasikan secara publik oleh intelijen Israel dan AS dan sempat diangkat menjadi salah satu cerita dalam salah satu acara di National Geographic bertajuk "Black Operation", sangatlah "Israel sentris".

Namun, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sana, terutama tentang sebuah negara yang dihuni oleh suku bangsa yang sempat mengalami mimpi buruk bernama Hollocaust dan berjuang untuk tetap terdepan dalam aksi-aksi preventif yang dibutuhkan untuk memberi kepastian pada keberlanjutan negaranya.

Terlepas dari rasa kebencian dan ketidaksukaan pada negara yang satu ini, pun terlepas dari rasa tak menerima dengan apa yang mereka lakukan pada banyak negara tetangganya, apa yang mereka lakukan terkait dengan cerita di atas adalah gambaran bagaimana seharusnya sebuah negara memberi peran kepada badan intelijen dan pasukan khususnya.

Intelijen bukanlah mainan untuk menakut-nakuti rakyat sendiri, bukan pula institusi untuk menambah daya ungkit elektoral penguasa dalam kontestasi, apalagi menjadi instrumen untuk ikut-ikutan latah dalam memperburuk semburan informasi menyesatkan di ruang publik.

Justru inilah catatan penting untuk negara kita di mana pembenahan badan intelijen mau tak mau harus segera dilakukan, agar selaras dengan kepentingan negara bangsa, bukan dengan kepentingan sesaat kelompok-kelompok tertentu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X