Pelajaran Intelijen dari Israel

Kompas.com - 01/04/2019, 16:47 WIB
Mantan Direktur Mossad Meir Dagan AP PhotoMantan Direktur Mossad Meir Dagan

Tak menunggu lama, Dagan melaporkan langsung kepada Ehud Olmert, Perdana Menteri kala itu. Semua gambar diperlihatkan. Olmert terlihat sangat khawatir, namun belum berani mengambil sikap progresif.

Olmert meminta Dagan memastikan apakah reaktor tersebut sudah beroperasi atau belum. Karena kalau reaktor nuklir telah aktif beroperasi, maka akan menimbulkan ledakan sangat besar saat dihancurkan.

Dagan langsung bersikap. Perlu tim khusus untuk memperjelas status reaktor nuklir tersebut. Sebagaimana diduga, pilihan jatuh pada Sayeret Matkal, pasukan elite khusus Israel.

Sayaret Matkal termasuk salah satu pasukan elite dunia dengan mengadopsi banyak gaya dari pasukan khusus SAS Inggris dan US Navy Seal Team Six.

Keahlian utama Sayeret Matkal adalah infiltrasi ke lokasi musuh, tanpa diketahui. Dengan helikopter yang nyaris kedap suara, Sayeret Matkal bisa datang dan pergi tanpa keributan. Hampir semua negara di Timur Tengah pernah diinfiltrasi oleh mereka dan nyaris tak berjejak.

Maka dikirimlah tim kecil Sayeret Matkal ke lokasi reaktor. Seperti biasa, pasukan ini berhasil mendekati lokasi, sampai hanya berjarak beberapa meter. Mereka mengambil banyak foto dan sampel tanah di sekitar reaktor untuk dianalisis.

Penyusup kembali ke Tel Aviv dengan selamat. Dari hasil tes laboraturium, terbukti bahwa kandungan radioaktif di tanah reaktor Al Kibar menunjukkan bahwa reaktor tersebut belum beroperasi penuh dan masih dimungkinkan untuk dihancurkan.

Dengan hasil itu, Olmert memutuskan untuk melakukan penghancuran. Opsi operasi khusus yang ada adalah serangan tim kecil melalui darat atau hantaman langsung dari udara.

Pilihan jatuh pada opsi kedua, serangan diam-diam dari udara. Dagan pun segera bertindak. Skuadron 69 dari Angkatan Udara Israel ditunjuk sebagai eksekutor. Divisi ini dikenal dengan sebutan Ha'patishim.

Skuadron 69 dianggap tepat karena pernah melakukan operasi yang sama dan terbukti berhasil. Pada 1981, Skuadron 69 berhasil meluluhlantakkan reaktor nuklir Irak. Waktu operasi hanya dua jam kurang dan semua pesawat kembali dengan selamat ke Tel Aviv.

Latihan pun dilakukan secara rutin dan terus-menerus, terutama latihan untuk menjatuhkan bom di lokasi bangunan kecil. Rute juga telah disiapkan, khusus untuk menghindari pantauan Suriah.

Para pilot andal dan terbaik dipilih. Latihan dilakukan tidak berarti para awak pesawat tempur tersebut mengetahui lokasi yang akan dihancurkan. Waktu dan lokasi sama sekali belum ditentukan, tugas mereka sementara waktu baru berupa latihan untuk menjatuhkan bom pada objek bangunan kecil.

Sampai pada satu waktu, Olmert mendapat kabar dari pasukan Mossad di lapangan di Suriah bahwa kapal dari Korea Utara telah merapat ke pelabuhan Suriah, membawa materal terakhir untuk reaktor. Dengan datangnya bahan penutup tersebut, otomatis reaktor akan segera aktif.

Olmert tak mau lagi menunggu. Waktu ditentukan, yakni jam 23.59 tanggal 6 september 2007 jelang tanggal 7 September. Sepuluh pesawat yang terdiri dari F-15 dan F-16 berangkat.

Pemilihan jenis pesawat tersebut telah melalui pertimbangan panjang. Suriah adalah negara yang memiliki sistem pertahanan udara yang tangguh.

Mereka memiliki senjata antipesawat Tom-M1 buatan Rusia dan rudal-rudal antiaircraft yang siap melahap pesawat musuh. Kedua jenis pesawat buatan Amerika tersebut adalah pilihan tepat karena memiliki teknologi antiradar, antikuncian rudal, teknologi pengalih objek rudal, dan banyak lagi.

Saat sepuluh pesawat tersebut berangkat, tak satu pun pilot yang mengetahui targetnya. Mereka hanya mengikuti rute yang telah dibuat. Sebelum mendekati lokasi target, barulah koordinat diinput ke dalam komputer pesawat.

Serangan pun siap diluncurkan. Dari pusat kendali udara di Tel Aviv terdengar, sebelum para pesawat menghantam target, terdengar salah satu pilot berkata bahwa mereka ditembak satu rudal antiudara. Lalu kondisi terdiam.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X