Paus Fransiskus Kecam Politisi yang Berniat Bangun Tembok untuk Halangi Migran

Kompas.com - 01/04/2019, 16:16 WIB
Paus Fransiskus (tengah) disambut oleh Wakil Presiden Uni Emirat Arab dan penguasa Dubai Syeikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum serta Pangeran Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al-Nahyan dalam upacara penyambutan di Istana Kepresidenan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (4/2/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/AHMED JADALLAH/cfoPaus Fransiskus (tengah) disambut oleh Wakil Presiden Uni Emirat Arab dan penguasa Dubai Syeikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum serta Pangeran Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al-Nahyan dalam upacara penyambutan di Istana Kepresidenan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (4/2/2019).

RABAT, KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus mengaku tidak bisa memahami para politisi yang berniat membangun tembok untuk membendung para migran.

Pernyataan itu disampaikan Paus Fransiskus menjawab pertanyaan awak media dalam penerbangan kembali ke Vatikan selepas kunjungan ke Maroko.

Baca juga: Dekati Konvoi Raja Maroko dan Paus Fransiskus, Remaja Ditangkap

Saat itu, Paus Fransiskus mendapat pertanyaan tentang migrasi secara umum, dan rencana Presiden AS Donald Trump membangun tembok di perbatasan Meksiko.

"Ini bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaikan problem serius tentang imigrasi," kata Paus asal Argentina itu dikutip Reuters via The Independent Minggu (31/3/2019).

Paus Fransiskus menjelaskan, dia memahami pemerintah menghadapi situasi yang membuat mereka dalam situasi hot potato (tidak nyaman).

"Namun, isu tersebut masih mempunyai opsi lain untuk ditangani secara kemanusiaan," kata Paus ke-266 dalam sejarah Gereja Katolik.

"Orang-orang yang membangun tembok, entah dengan kawat ataupun bata, bakal menjadi tawanan di temboknya sendiri," lanjut Paus Fransiskus.

Pekan lalu, Trump mengancam bakal menutup perbatasan AS dan Meksiko jika pemerintah Negeri "Sombrero" tidak berusaha menangkal gelombang migran ilegal.

"Jika mereka tidak menghentikannya, kami akan menutup perbatasan untuk waktu yang lama. Saya tidak sedang bercanda," ancam Trump.

Data menunjukkan jumlah migran tak berdokumen resmi yang berusaha memasuki perbatasan selatan mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Meski begitu, dalam beberapa tahun terakhir terdapat lonjakan jumlah migran yang berusaha masuk ke AA dengan status pencari suaka.

Associated Press melaporkan, para pejabat perbatasan AS tengah mencari formulasi yang tepat untuk mengatasi para pencari suaka dari Amerika Tengah itu.

Baca juga: Paus Fransiskus Ungkap Alasan Tolak Cincinnya Dicium Orang Lain

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X