Kompas.com - 01/04/2019, 16:16 WIB

RABAT, KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus mengaku tidak bisa memahami para politisi yang berniat membangun tembok untuk membendung para migran.

Pernyataan itu disampaikan Paus Fransiskus menjawab pertanyaan awak media dalam penerbangan kembali ke Vatikan selepas kunjungan ke Maroko.

Baca juga: Dekati Konvoi Raja Maroko dan Paus Fransiskus, Remaja Ditangkap

Saat itu, Paus Fransiskus mendapat pertanyaan tentang migrasi secara umum, dan rencana Presiden AS Donald Trump membangun tembok di perbatasan Meksiko.

"Ini bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaikan problem serius tentang imigrasi," kata Paus asal Argentina itu dikutip Reuters via The Independent Minggu (31/3/2019).

Paus Fransiskus menjelaskan, dia memahami pemerintah menghadapi situasi yang membuat mereka dalam situasi hot potato (tidak nyaman).

"Namun, isu tersebut masih mempunyai opsi lain untuk ditangani secara kemanusiaan," kata Paus ke-266 dalam sejarah Gereja Katolik.

"Orang-orang yang membangun tembok, entah dengan kawat ataupun bata, bakal menjadi tawanan di temboknya sendiri," lanjut Paus Fransiskus.

Pekan lalu, Trump mengancam bakal menutup perbatasan AS dan Meksiko jika pemerintah Negeri "Sombrero" tidak berusaha menangkal gelombang migran ilegal.

"Jika mereka tidak menghentikannya, kami akan menutup perbatasan untuk waktu yang lama. Saya tidak sedang bercanda," ancam Trump.

Data menunjukkan jumlah migran tak berdokumen resmi yang berusaha memasuki perbatasan selatan mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Meski begitu, dalam beberapa tahun terakhir terdapat lonjakan jumlah migran yang berusaha masuk ke AA dengan status pencari suaka.

Associated Press melaporkan, para pejabat perbatasan AS tengah mencari formulasi yang tepat untuk mengatasi para pencari suaka dari Amerika Tengah itu.

Baca juga: Paus Fransiskus Ungkap Alasan Tolak Cincinnya Dicium Orang Lain

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.