Ibu di AS Mengaku Tak Bersalah Menyiksa Anak yang Populer di YouTube

Kompas.com - 01/04/2019, 12:05 WIB
Cuplikan video di saluran YouTube Fantastic Adventures. (Inside Edition) Cuplikan video di saluran YouTube Fantastic Adventures. (Inside Edition)

PHOENIX, KOMPAS.com - Seorang perempuan di Arizona, AS, yang memiliki saluran YouTube populer mengaku tidak bersalah telah melakukan penyiksaan terhadap 7 anak angkatnya.

Juru bicara Kejaksaan Pinal County, Christy Wilcox, mengatakan Machelle Hobson tetap dalam tahanan meski telah mengajukan pembelaan terhadap pada 24 tudingan kekerasan pada anak.

Tudingan tersebut termasuk penculikan. Hobson dituduh menggunakan semprotan merica pada alat kelamin anaknya, memakai pemantik atau pistol setrum untuk menyiksa korban, dan menyebabkan mereka menderita kekurangan gizi.

Baca juga: Populer di YouTube, Anak-anak Ini Justru Dapat Siksaan dari Ibu Angkat

Diwartakan ABC News, pihak berwenang sebelumnya mengatakan Hobson mengurung anak-anak di lemari selama berhari-hari tanpa makanan, air, atau akses ke kamar mandi.

Sejak kasus ini terungkap, YouTube segera menghentikan saluran Hobson, yang menampilkan anak-anak tersebut.

Pada sidang Jumat lalu, laporan pajak pada 2018 menunjukkan Hobson menghasilkan sekitar 300.000 dollar atau sekitar Rp 4,2 miliar. Rekeningnya pun dibekukan.

"Kami percaya uang itu hasil keuntungan tidak sah dari perusahaan ilegal, kekerasan anak," kata Jaksa Kent Volkmer.

Polisi mengatakan anak-anak itu keluar dari sekolah sehingga mereka dapat terus syuting seri video.

Terungkapnya kasus ini berawal ketika anak perempuan biologis Hobson, yang sudah dewasa, melaporkan polisi tentang kekerasan tersebut.

Departemen Keselamatan Anak Arizona kemudian mendatangi rumah dan memindahkan anak-anak. Polisi mengatakan, anak-anak tersebut tampak pucat, kurus, dan kantong mata mereka besar.

Salah satu anak mengatakan kepada petugas bahwa mereka telah disemprot dengan merica beberapa kali sebagai hukuman oleh ibu mereka. Sementara yang lain mengalami kekerasan fisik.

Baca juga: Video Teror Christchurch, Dewan Muslim Perancis Gugat Facebook dan YouTube

"Saya bisa dipukul dengan gantungan baju atau ikat pinggang, atau sikat, atau disemprot merica dari ujung rambut sampai ujung kaki," kata anak itu.

Hobson dan dua putranya yang sudah dewasa ditangkap.

Putranya, Logan dan Ryan Hackney, dituduh gagal melaporkan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Tidak ada dakwaan formal yang diajukan terhadap keduanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber ABCNews
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X