Ketika Raksasa-Raksasa Asia Memilih

Kompas.com - 01/04/2019, 12:00 WIB
Ilustrasi pemilu.Shutterstock Ilustrasi pemilu.

AKHIR pekan lalu, Asia telah memulai musim pemilihan umum hingga dua bulan ke depan. Sebanyak 1,2 miliar penduduk Asia akan berbondong-bondong ke TPS.

Dimulai dari Thailand (52 juta pemilih) pada 24 Maret, lalu India (900 juta pemilih), Indonesia (193 juta), dan Filipina (64 juta). Ini adalah jumlah pemilih yang sangat besar.

Namun, seperti biasa, kemungkinan hanya beberapa pihak saja di luar kawasan ini —terutama penduduk Eropa dan Amerika—yang akan memperhatikannya.

Ini adalah kerugian bagi mereka. Mengingat apa yang terjadi di Timur sering kali bergema di Barat. Mengapa? Lihat saja, sebelumnya ‘titik episentrum’ dari ‘gempa pemilihan umum’ ada di Filipina, yang kemudian mengirim gelombang ke Inggris serta Amerika Serikat.

Pada Mei 2016, seorang wali kota di kota kecil, Rodrigo Duterte mengejutkan dunia dengan memenangkan kontestasi kursi Kepresidenan Filipina.

Baca juga: Apakah Thaksin Masih Berpengaruh?

Wali Kota Davao ini meraih kekuasaan dengan menggunakan kombinasi berbahaya dari retorika pemimpin kuat dan informasi daring yang menyesatkan.

Iconoclast bertabiat keras ini (Duterte), entahlah muncul dari mana sehingga berhasil menangkap imajinasi populer penduduk Filipina.

Satu bulan kemudian, di Juni tahun 2016, pemilih di Inggris melawan prediksi pakar metropolitan dan lembaga survei dengan pilihan mereka yang sangat tidak terduga untuk keluar dari Uni Eropa (EU), yang dijuluki dengan istilah “Brexit.”

Lalu, seperti yang kita semua ketahui, pada November, Donald Trump – seorang pengembang properti dari New York dan juga bintang acara reality show, menggunakan banyak strategi dari buku pedoman Duterte dan menggabungkannya dengan daya tarik primordial bagi kelompok supremasi kulit putih – berhasil mengamankan jabatan di Gedung Putih meskipun kalah dalam menggiring suara rakyat.

 

Geopolitik di Asia

Namun begitu, marilah kita mulai dengan geopolitik!

China akan memperhatikan pemilihan-pemilihan umum di Asia ini dengan sangat cermat. China telah mengalami kerugian diplomatik sangat besar karena kemenangan tak terduga Dr Mahatir Mohamad di Malaysia tahun lalu. Mereka tidak akan mau melihat hal seperti ini terulang kembali.

Sementara itu, Filipina di bawah Duterte telah sepenuhnya pro terhadap Beijing tanpa kompromi. Sebelumnya, Philipina di bawah pendahulunya (Benigno Aquino III) adalah anti-China.

Baca juga: Utang dan Derita Petani India, Bom Waktu yang Siap Meledak

Pemungutan suara yang akan datang di Filipina dalam pertengahan pemerintahan Duterte, akan menjadi ujian penting bagi Duterte.

Halaman:


Terkini Lainnya

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional
Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia Peringatkan AS untuk Menahan Diri

Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia Peringatkan AS untuk Menahan Diri

Internasional

Close Ads X