Kasus Pembajakan Kapal oleh Migran, Tiga Remaja Terancam Penjara

Kompas.com - 31/03/2019, 11:14 WIB
Sebuah kapal kargo berlayar di tengah badai di Laut Mediterania, sekitar 20 mil laut dari Malta, Minggu (24/9/2017). AFP PHOTO/ARIS MESSINISSebuah kapal kargo berlayar di tengah badai di Laut Mediterania, sekitar 20 mil laut dari Malta, Minggu (24/9/2017).

VALLETTA, KOMPAS.com - Sebanyak 108 migran diselamatkan sebuah kapal tanker pada Rabu lalu di lepas pantai Libya. Namun, kapal justru dibajak dan dipaksa berlayar ke Malta.

Kini tiga remaja harus menghadapi tudingan atas pembajakan kapal tersebut di Malta.

Diwartakan BBC, Sabtu (30/3/2019), remaja tersebut bernama Abdalla Bari (19) asal Guinea, sebuah negara di Afrika Barat.

Baca juga: Ketika Para Migran Bajak Kapal Kargo yang Menyelamatkan Mereka...

Sementara dua lainnya berusia 15 tahun dan 16 tahun asal Guinea dan Pantai Gading, yang identitasnya tidak dipublikasikan.

Berdasarkan hukum di Malta, para remaja itu terancam penjara hingga 30 tahun.

Di antara para migran yang diselamatkan Kapal El Hiblu I itu, terdapat 47 orang yang mengaku sebagai anak di bawah umur.

Malta Today mewartakan, para migran mengancam awak kapal dan memaksa mereka mengubah arah ketika kapal akan berlayar kembali ke Libya.

Kapal kemudian dicegat oleh Patroli Kapal Angkatan Udara Malta (AFM) P21 sebelum memasuki perairan teritorial Malta, pada Kamis dini hari.

"Angkatan Bersenjata Malta menjalin komunikasi dengan kapten kapal tanker El Hibru I ketika berada di sekitar 30 mil laut jauhnya dan masih dalam perjalanan menuju Malta," kata AFM.

Nakhoda mengaku tidak memiliki kendali atas kapal dan mengaku telah diancam oleh kelompok migran untuk melanjutkan ke Malta.

Seperti diketahui, migran di Libya dilanda kekacauan karena harus menghadapi kejahatan perdagangan orang, penculikan, penyiksaan, dan pemerkosaan.

Baca juga: Meksiko Kini Cenderung Dingin Tangani 2.500 Migran yang Jalan ke AS

Mereka biasanya berupaya mencapai Eropa terutama Italia dan Malta. Namun, Italia telah mencanangkan kebijakan anti-migran yang makin keras.

Kapal-kapal menyelamatkan para migran yang melalui perjalanan berbahaya melintasi Laut Tengah, kemudian mengirim mereka kembali ke Libya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X