Jokowi Sebut Telah Menengok Kondisi Pengungsi Rohingya

Kompas.com - 30/03/2019, 23:44 WIB
Calon presiden no urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto pada Debat Keempat Calon Presiden Pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat malam ini menggambil tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOCalon presiden no urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto pada Debat Keempat Calon Presiden Pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat malam ini menggambil tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo ( Jokowi) menyebut, konflik di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, adalah konflik lama dan sulit dicarikan solusinya.

Meski begitu, Jokowi mengaku bersyukur diberi kepercayaan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres agar memfasilitasi tim RI ke Rakhine.

Baca juga: Ditanya Jokowi soal Masalah Rohingya, Begini Jawaban Prabowo

Dengan demikian, Indonesia bisa melihat secara langsung kondisi sebenarnya seperti apa. Jokowi juga menyebut Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah ke Myanmar.


Bahkan, capres yang juga petahana itu menyatakan telah datang sendiri untuk melihat para pengungsi Rohingya di kamp Kutapalong di Cox's Bazaar, Bangladesh.

"Saya sendiri telah datang untuk melihat kondisi saudara kita Muslim yang ada di sana," terang capres asal Solo berusia 57 tahun itu.

Jokowi menjelaskan lebih dari 1,1 juta pengungsi Rohingya yang berada di kamp Kutapalong berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Karena itu, dia menyebut sudah tiga kali menyampaikan dalam forum negara Asia Tenggara (ASEAN) agar bersama mencari solusi bagi Rohingya.

"Alhamdulillah, desakan, tekanan kita kepada Pemerintah Myanmar untuk segera menyelesaikan repatriasi mulai memberikan hasil," sebutnya.

Dia melanjutkan, proses seperti krisis Rohingya yang ingin Indonesia perankan dalam rangka ikut memelihara perdamaian dunia.

Adapun calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto tidak jauh berbeda dengan Jokowi dengan menyebut RI harus menggunakan pengaruhnya dalam mencari solusi atas krisis Rohingya.

Prabowo menjelaskan Indonesia perlu meyakinkan Naypyidaw untuk segera menghentikan perlakuan yang tidak adil terhadap Rohingya, namun dengan tetap mempertahankan hubungan baik.

Baca juga: Bangladesh Gagalkan Penyelundupan Warga Rohingya ke Malaysia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X