Kompas.com - 29/03/2019, 16:23 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan akan menjamu mitranya dari Korea Selatan, Moon Jae-in di Gedung Putih, bulan April mendatang.

Dalam pertemuan tersebut kedua pemimpin negara diharapkan bakal membahas mengenai Korea Utara, pascapertemuan yang gagal antara Trump dengan Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, bulan lalu.

Menurut pernyataan Gedung Putih, Kamis (28/3/2019), Presiden Moon akan berkunjung bersama istrinya Kim Jung-sook ke Gedung Kepresidenan AS, pada 10-11 April mendatang.

"Pertemuan akan membahas tentang perkembangan berkaitan dengan Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), selain juga persoalan bilateral lainnya," tulis pernyataan Gedung Putih, dikutip Fox News.

Baca juga: Dinilai Salah Ucapkan Salam ke PM Malaysia, Presiden Korsel Dikritik

"Aliansi Amerika Serikat dan Republik Korea tetap menjadi kunci utama perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea dan di kawasan itu," lanjut pernyataan Gedung Putih, menggunakan nama resmi Korea Selatan.

Rencana kunjungan Moon ke Washington juga telah dikonfirmasi juru bicara Gedung Biru, yang menyebut tanggal 11 April dan rencana perjalanan yang akan berlangsung selama dua hari.

"Kedua pemimpin akan melakukan pembicaraan mendalam... untuk mengkoordinasikan sikap tentang perdamaian di Semenanjung Korea melalui denuklirisasi lengkap," ujar sekretaris senior kepresidenan Korsel, Yoon Do-han, Jumat (29/3/2019).

Presiden Moon telah lama mendukung keterlibatan Pyongyang dan berperan penting dalam menjadi penengah antara Trump dengan Kim Jong Un.

Namun pertemuan puncak kedua Trump dan Kim Jong Un di Hanoi yang tanpa kesepakatan telah membawa dampak terhadap masa depan proses perdamaian dan denuklirisasi.

Sementara di Seoul, upaya Moon yang terlalu aktif dalam hubungan AS dengan Korea Utara telah menuai kecaman dari pada politisi sayap kanan Korsel yang melihat Moon seperti juru bicara untuk Kim Jong Un.

Sedangkan di Washington, pertemuan di Hanoi yang tanpa kesepakatan justru mendapat pujian anggota Partai Republik, yang sempat khawatir Trump akan mengambil keputusan secara terburu-buru terhadap Korea Utara.

Baca juga: Korsel Turut Pantau Aktivitas Peluncuran Rudal dan Roket Pyongyang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Fox News,AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.