Bahas Korut, Trump dan Moon Akan Bertemu di Gedung Putih Bulan Depan

Kompas.com - 29/03/2019, 16:23 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kiri) bersama Presiden AS Donald Trump (kanan) saat keduanya bertemu di Washington DC, pada 30 Juni 2017. AFP/ JIM WATSONPresiden Korea Selatan Moon Jae-in (kiri) bersama Presiden AS Donald Trump (kanan) saat keduanya bertemu di Washington DC, pada 30 Juni 2017.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan akan menjamu mitranya dari Korea Selatan, Moon Jae-in di Gedung Putih, bulan April mendatang.

Dalam pertemuan tersebut kedua pemimpin negara diharapkan bakal membahas mengenai Korea Utara, pascapertemuan yang gagal antara Trump dengan Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, bulan lalu.

Menurut pernyataan Gedung Putih, Kamis (28/3/2019), Presiden Moon akan berkunjung bersama istrinya Kim Jung-sook ke Gedung Kepresidenan AS, pada 10-11 April mendatang.

" Pertemuan akan membahas tentang perkembangan berkaitan dengan Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), selain juga persoalan bilateral lainnya," tulis pernyataan Gedung Putih, dikutip Fox News.


Baca juga: Dinilai Salah Ucapkan Salam ke PM Malaysia, Presiden Korsel Dikritik

"Aliansi Amerika Serikat dan Republik Korea tetap menjadi kunci utama perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea dan di kawasan itu," lanjut pernyataan Gedung Putih, menggunakan nama resmi Korea Selatan.

Rencana kunjungan Moon ke Washington juga telah dikonfirmasi juru bicara Gedung Biru, yang menyebut tanggal 11 April dan rencana perjalanan yang akan berlangsung selama dua hari.

"Kedua pemimpin akan melakukan pembicaraan mendalam... untuk mengkoordinasikan sikap tentang perdamaian di Semenanjung Korea melalui denuklirisasi lengkap," ujar sekretaris senior kepresidenan Korsel, Yoon Do-han, Jumat (29/3/2019).

Presiden Moon telah lama mendukung keterlibatan Pyongyang dan berperan penting dalam menjadi penengah antara Trump dengan Kim Jong Un.

Namun pertemuan puncak kedua Trump dan Kim Jong Un di Hanoi yang tanpa kesepakatan telah membawa dampak terhadap masa depan proses perdamaian dan denuklirisasi.

Sementara di Seoul, upaya Moon yang terlalu aktif dalam hubungan AS dengan Korea Utara telah menuai kecaman dari pada politisi sayap kanan Korsel yang melihat Moon seperti juru bicara untuk Kim Jong Un.

Sedangkan di Washington, pertemuan di Hanoi yang tanpa kesepakatan justru mendapat pujian anggota Partai Republik, yang sempat khawatir Trump akan mengambil keputusan secara terburu-buru terhadap Korea Utara.

Baca juga: Korsel Turut Pantau Aktivitas Peluncuran Rudal dan Roket Pyongyang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Fox News,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X