Kasus Kolera Capai 139, Mozambik Siapkan Vaksinasi Massal

Kompas.com - 29/03/2019, 15:32 WIB
Seorang lelaki yang diselamatkan dibawa menggunakan tandu oleh rekan-rekannya di Kota Ngangu, Chimanimani, Manicaland, Zimbabwe, setelah daerah itu dilanda topan Idai, Senin (18/3/2019). Ratusan orang tewas dan lainnya hilang di Mozambik dan Zimbabwe setelah topan Idai membawa serta banjir bandang dan angin kencang, 17 Maret lalu. AFP/ZINYANGE AUNTONYSeorang lelaki yang diselamatkan dibawa menggunakan tandu oleh rekan-rekannya di Kota Ngangu, Chimanimani, Manicaland, Zimbabwe, setelah daerah itu dilanda topan Idai, Senin (18/3/2019). Ratusan orang tewas dan lainnya hilang di Mozambik dan Zimbabwe setelah topan Idai membawa serta banjir bandang dan angin kencang, 17 Maret lalu.

BEIRA, KOMPAS.com - Pascabencana angin topan yang menerjang kawasan Mozambik, jumlah kasus penyakit kolera dilaporkan meningkat tajam.

Hingga Kamis (28/3/2019), dilaporkan kasus kolera yang telah dipastikan mencapai 139 kasus, mendorong pihak berwenang untuk menggelar vaksinasi massal guna membendung penyebaran penyakin mematikan itu.

"Total jumlah kasus kolera saat ini tercatat mencapai 139 kasus," kata pejabat kesehatan pemerintah, Ussein Isse, kepada AFP, Jumat (29/3/2019).

Pejabat Badan Kesehatan Dunia (WHO), David Wightwick mengatakan, vaksinasi massal kolera akan dilangsungkan mulai pekan depan, sambil menunggu pengiriman 900.000 dosis vaksin yang diharapkan akan tiba pada Senin (1/4/2019) pekan depan.

Para pejabat menyebut kampanye vaksinasi dijadwalkan akan dimulai Rabu (3/4/2019) pekan depan, dengan harapan dapat mencegah semakin luasnya penyebaran penyakit, yang muncul akibat kondisi kebersihan yang buruk.

Baca juga: Setelah Diterjang Topan, Warga Mozambik Kini Terancam Kolera

Penyakit itu dapat menyebabkan terjadinya diare akut yang dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian hingga tidak diobati.

Wightwick mengatakan kepada reporter di Beira bahwa sembilan pusat perawatan kolera sedang disiapkan di sekitar Provinsi Sofala, yang terdampak paling buruk akibat topan Idai.

Sementara, PBB dalam sebuah pernyataan menyatakan pihak berwenang telah melaporkan sekitar 2.500 kasus diare akut, namun belum seluruhnya dipastikan sebagai dampak penyakit kolera.

Dikatakan Wightwick, vaksinasi akan melindungi puluhan ribu orang yang selamat dari ancaman penyakit mematikan itu selama sekitar tiga bulan.

"Itu memberi kita waktu untuk melakukan vaksinasi lebih lanjut apabila diperlukan," ujarnya.

Terjangan topan Idai dua minggu lalu telah menghancurkan sumber air bersih dan fasilitas sanitasi, menyebabkan kondisi kebersihan di penampungan menurun dan menjadi tempat ideal untuk berkembangnya penyakit yang menular melalui air, seperti kolera.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X