Pilot yang Terbangkan Pesawat Keluar Singapura Akan Dites Alkohol

Kompas.com - 29/03/2019, 14:41 WIB
Pesawat Singapore Airlines di bandara Changi. ShutterstockPesawat Singapore Airlines di bandara Changi.

SINGAPURA, KOMPAS.com — Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) akan memberlakukan aturan baru terkait dengan keselamatan.

Pilot yang mengoperasikan pesawat keluar dari Bandara Changi dan Bandara Seletar akan menghadapi tes alkohol secara acak mulai Minggu (31/3/2019).

Diwartakan Channel News Asia, tes alkohol acak itu merupakan bagian dari upaya CAAS untuk memperketat aturan tentang minum alkohol di kalangan pilot.

Baca juga: Air India Minta Pilot Tidak Pesan Makanan Khusus Selama Penerbangan


Aturan tersebut berlaku selang enam bulan setelah penerbangan Singapore Airlines dibatalkan dari Melbourne ke Wellington karena pilot tak lolos tes alkohol.

"CAAS memiliki kebijakan nol toleransi terhadap konsumsi alkohol," demikian pernyataan otoritas.

"Pada 31 Maret 2019, CAAS akan mengimplementasikan Program Pengujian Alkohol Bandara, dan memulai tes alkohol secara acak kepada pilot di Bandara Changi dan Seletar," lanjutnya.

Ketika menghadapi uji alkohol, pilot akan menjalani tes breathalyzer, yang mampu membaca kandungan alkohol dalam napas.

Apabila pilot kedapatan melebihi batas alkohol 0,02 gram per 210 liter napas, dia tidak akan diizinkan terbang.

"Batas ini telah ditentukan berdasarkan praktik terbaik internasional," bunyi pernyataan CAAS.

"Itu setara dengan standar 'toleransi nol', dengan memperhitungkan potensi keberadaan alkohol dalam napas karena faktor lain seperti obat-obatan atau obat kumur," tuturnya.

Laporan Straits Times menyebutkan, tes alkohol akan dikelola secara profesional oleh petugas yang memenuhi syarat di area nonpublik.

Baca juga: Diduga Bunuh Diri, Pilot di Bostwana Tewas Setelah Menabrakkan Pesawat

Pilot yang ketahuan berada di bawah pengaruh alkohol dapat didenda hingga 50.000 dollar Singapura atau Rp 525 juta dan dipenjara maksimal dua tahun.

Jika pelanggaran terjadi lagi, jumlah denda akan meningkat dua kali lipat dan dipenjara hingga lima tahun.

Peraturan ini mirip dengan yang berlaku di negara lain, seperti Australia, India, dan China.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

Internasional
Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X