Kompas.com - 29/03/2019, 14:16 WIB
Jet tempur Eurofighter Typhoon (kiri) dan Dassault Rafale saat dipamerkan di ajang ILA Berlin International Aerospace Exhibition di Bandara Schoenefeld, pada 26 April 2018. AFP / JOHN MACDOUGALLJet tempur Eurofighter Typhoon (kiri) dan Dassault Rafale saat dipamerkan di ajang ILA Berlin International Aerospace Exhibition di Bandara Schoenefeld, pada 26 April 2018.

BERLIN, KOMPAS.com - Pemerintah Jerman memutuskan untuk memperpanjang masa larangan ekspor persenjataan ke Arab Saudi hingga enam bulan ke depan.

Jerman telah memberlakukan larangan ekspor senjata ke Saudi pascapembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dan sebagai wujud keprihatinan terhadap konflik di Yaman.

"Larangan akan diperpanjang selama enam bulan hingga 30 September mendatang. Selama periode ini, tidak ada pengajuan ekspor baru yang akan disetujui," kata juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Seibert, Jumat (29/3/2019).

Langkah larangan ekspor persenjataan yang dilakukan pemerintah Jerman telah memicu kritik dari sekutu-sekutunya di Eropa, karena dianggap telah menghambat pesanan militer bernilai miliaran euro.

Baca juga: Jerman Hentikan Ekspor Senjata ke Negara yang Terlibat Konflik Yaman

Salah satu kesepakatan yang tertahan yakni penjualan 48 jet tempur Eurofighter Typhoon ke Riyadh yang akan dipimpin Inggris dan bernilai hingga 10 miliar poundsterling (sekitar Rp 185 triliun).

Langkah pelarangan juga menjadikan hubungan antara Jerman dengan eksportir senjata yang menjalin program bersama menjadi kian tegang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai upaya meredakan kekhawatiran para mitra Jerman di Inggris dan Perancis, Berlin setuju untuk memperpanjang lisensi ekspor yang telah diberikan selama sembilan bulan, asalkan perusahaan tersebut tidak mengirimkan sistem persenjataan apapun ke Saudi hingga akhir tahun.

Ketentuan itu turut menguntungkan perusahaan mitra Jerman karena membebaskan mereka dari kewajiban dan proses pengajuan lisensi baru yang mahal dan memakan waktu.

Selain itu, pemerintah Jerman juga meminta kepada Inggris dan Perancis untuk dapat memastikan bahwa sistem persenjataan yang mereka kirim ke Arab Saudi maupun Uni Emirat Arab tidak dikerahkan dalam konflik di Yaman.

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Mass mengatakan pembekuan ekspor senjata akan tetap diberlakukan bergantung pada perkembangan konflik di Yaman dan apakah apa yang telah disepakati dalam pembicaraan damai di Stockholm sedang dilaksanakan.

Mass juga mengatakan telah menerima surat dari Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt, yang meminta pemerintah Jerman untuk melunakkan pendiriannya.

Baca juga: Macron: Jerman Telah Menghasut Penghentian Ekspor Senjata ke Saudi

Dalam suratnya Hunt menyebut penting bagi Jerman untuk membebaskan proyek-proyek pertahanan besar dari penghentian penjualan senjata atau mereka akan menghadapi dampak kerusakan pada kredibilitas komersialnya.

Hunt mengklaim keputusan Berlin telah membawa dampak pada penundaan pengiriman jet tempur Eurofighter Typhoon, Tornado, dan juga pesawat tempur Hawk.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.