Kompas.com - 28/03/2019, 18:06 WIB
Mantan PM Najib Razak usai menjalani pemeriksaan di Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) in Putrajaya pada 24 Mei 2018.
AFP/MOHD RASFANMantan PM Najib Razak usai menjalani pemeriksaan di Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) in Putrajaya pada 24 Mei 2018.
|

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dijadwalkan menjalani sidang perdana pekan depan dalam kasus skandal keuangan 1MDB.

Awalnya, Najib dijadwalkan menjalani sidang pada Februari lalu setelah didakwa terlibat dalam penggelapan uang dari rekening perusahaan investasi 1MDB.

Dia dan para kroninya dituduh mencuri uang miliaran dolar dari perusahaan itu dan menggunakan uang tersebut untuk membeli properti mewah hingga karya seni.

Baca juga: Najib Razak Dipanggil Bossku, Mahathir: Kalian Mendukung Pencuri?

Permohnan banding yang diajukan tim kuasa hukum Najib sukses membuat kasus ini tertunda.

Tertundanya penanganan kasus ini memicu kritik masyarakat terhadap pemerintahan PM Mahathir Mohammad yang dianggap gagal menyeret Najib ke pengadilan.

Namun, seorang hakim dikabarkan memutuskan sidang terkait sejumlah kecil uang yang sudah digelapkan harus berlangsung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kabar ini dibenarkan seorang jaksa yang menegaskan sidang akan dimulai pada Rabu pekan depan.

"Jaksa penuntut sudah siap dan kami akan menghadirkan saksi dalam sidang hari Rabu untuk memberikan bukti," kata V Sithambaram, salah seorang jaksa penuntut.

Skandal 1MDB berperan penting membuat rakyat Malaysia tidak memilih koalisi pompinan Najib dalam pemilu yang digelar Mei tahun lalu.

Alhasil, koalisi pimpinan Najib untuk pertama kali dalam enam dekade kalah dalam pemilihan umum Malaysia.

Baca juga: Ketika Najib Razak Kini Populer Disapa dengan Julukan Bossku...

Dalam sidang pekan depan, Najib menghadapi tujuh dakwaan dan dituduh mengantungi uang sebesar 10,3 juta dollar AS dari SRC International, salah satu unit 1MDB.

Ini adalah satu dari beberapa sidang yang harus dihadapi Najib terkait skandal 1MDB.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.