Taiwan Ingin Tingkatkan Hukuman Bagi Pengemudi Mabuk yang Sebabkan Kematian

Kompas.com - 28/03/2019, 17:06 WIB
Ilustrasi kecelakaan mobil. SHUTTERSTOCKIlustrasi kecelakaan mobil.

TAIPEI, KOMPAS.com - Taiwan berencana untuk meningkatkan hukuman bagi pengemudi mabuk yang menyebabkan kecelakaan fatal, termasuk memungkinan hukuman mati.

Rancangan amandemen telah disetujui kabinet Taiwan pada Kamis (28/3/2019), untuk menjadi Undang-undang Kriminal, namun masih membutuhkan persetujuan dari parlemen sebelum dapat diberlakukan.

"Apabila telah disahkan maka kasus kematian yang disebabkan pengemudi mabuk dapat didakwa dengan pelanggaran pembunuhan dan berpotensi dihukum dengan hukuman mati jika tindakannya dianggap disengaja," kata pejabat pemerintah dikutip AFP.

Di Taiwan, saat ini hukuman maksimal bagi pelaku pelanggaran mengemudi dalam kondisi mabuk hingga menyebabkan kecelakaan dengan korban meninggal adalah 10 tahun.

Baca juga: Berusaha Kelabui Polisi, Pria Mabuk Ini Semprotkan Deodoran ke Mulut

Rancangan undang-undang baru akan meningkatkan hukuman penjara bagi pelanggar yang melakukan pelanggaran baru dalam waktu lima tahun sejak hukuman pertama mereka.

Para pelanggar dapat menghadapi ancaman hukuman seumur hidup untuk kecelakaan yang menyebabkan kematian dan 12 tahun penjara untuk kecelakaan yang menyebabkan cedera serius.

"Kasus menyetir saat mabuk yang mengarah pada kematian kini semakin merajalela... pengemudi mabuk yang ceroboh menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa dan menghancurkan keluarga sehingga menimbulkan penyelasan yang tidak dapat diperbaiki," tulis Kementerian Kehakiman Taiwan dalam pernyataannya.

Namun, rencana penerapan hukuman yang lebih keras itu telah mendapat tentangan dari kelompok hak asasi manusia, termasuk Asosiasi Hak Asasi Manusia Taiwan, yang mengeluarkan pernyataan bersama mengkritik usulan amandemen.

Kelompok hak asasi tersebut menyerukan agar dibuat undang-undang yang rasional untuk pengemudi mabuk yang irasional.

"Kurang cukup bukti maupun penelitian yang menyebut hukuman berat dan undang-undang dapat mencegah tindakan mengemudi dalam keadaan mabuk," kata pernyataan itu.

Tak banyak negara yang menerapkan hukuman mati untuk kasus yang melibatkan pelanggaran mengemudi dalam keadaan mabuk.

Baca juga: Mabuk, Penumpang American Airlines Pipis di Atas Koper

China sempat berjanji akan mengeksekusi pengemudi mabuk yang menyebabkan kematian. Sejumlah negara bagian di AS juga mempertahankan hukuman mati untuk kasus-kasus seperti itu.

Taiwan telah kembali menerapkan hukuman mati pada 2010, setelah dihapuskan selama lima tahun. Hingga kini kelompok-kelompok hak asasi masih menyerukan untuk penghapusan hukuman mati tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai 'Anjing Gila'

Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai "Anjing Gila"

Internasional
Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Internasional
Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Internasional
Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Internasional
Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X