AS: Aktivitas Militer Korea Utara Tak Mencerminkan Denuklirisasi

Kompas.com - 27/03/2019, 23:36 WIB
Tentara Korea Utara berjaga di dekat roket Unha-3 yang akan diluncurkan dari Stasiun Peluncuran Satelit Sohae di Tongchang-ri, April 2012. AFP / PEDRO UGARTETentara Korea Utara berjaga di dekat roket Unha-3 yang akan diluncurkan dari Stasiun Peluncuran Satelit Sohae di Tongchang-ri, April 2012.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat menilai kegiatan militer Korea Utara saat ini belum mencerminkan tujuan denuklirisasi, yang menjadi persyaratan untuk pencabutan sanksi.

"Ada pengurangan ketegangan di sepanjang zona demiliterisasi dan dilakukannya penghentian provokasi strategis, ditambah pernyataan publik tentang niat untuk melakukan denuklirisasi."

"Akan tetapi, hanya sedikit atau bahkan tidak ada perubahan yang dapat diverifikasi terjadi pada kemampuan militer Korea Utara," kata Komandan Pasukan AS di Korea Selatan, Jenderal Robert Abrams di hadapan para anggota parlemen, Rabu (27/3/2019).

"Kemampuan (militer Korea Utara) ini terus membuat Amerika Serikat, Korea Selatan, maupun sekutu regional kami lainnya berada dalam ancaman bahaya," tambahnya dikutip AFP.


Baca juga: Korea Utara Disebut Kembali Bangun Situs Peluncuran Satelit di Sohae

Jenderal Abrams mengatakan, pihaknya meyakini diperlukan kekuatan yang siap sedia untuk mempertahankan keamanan dan mencegah setiap tindakan agresif yang mungkin terjadi.

Ketika ditanya tentang tanda-tanda aktivitas militer yang dilaporkan sejumlah media dan kantor berita, di mana Korut tengah mempersiapkan uji coba rudal dan roket, Abrams mengatakan tidak dapat berkomentar dalam sesi terbuka.

"Yang pasti aktivitas mereka yang kami amati tidak konsisten dengan denuklirisasi," ujarnya.

Presiden AS Donald Trump belum lama ini telah kembali bertemu dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, di Hanoi, Vietnam. Namun pertemuan kedua antara Trump dan Kim itu tidak berjalan lancar dan berakhir lebih cepat dari yang direncanakan.

Disebut Trump meninggalkan ruang pertemuan setelah Kim Jong Un mulai memaparkan proposalnya untuk membongkar salah satu fasilitas nuklirnya dengan penghapusan sebagian sanksi yang menghambat ekonomi rakyat Korea Utara.

Namun AS mengatakan tidak akan menerima denuklirisasi Korea Utara secara bertahap, melainkan harus secara cepat dan total, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi.

Baca juga: Korut Disebut sedang Persiapkan Peluncuran Rudal atau Roket Luar Angkasa

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Internasional
Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Internasional
Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Internasional
Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump 'Muka Dua'

[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump "Muka Dua"

Internasional
Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X