Saudi Latih 25.000 Perempuan untuk Bekerja di Sektor Pariwisata

Kompas.com - 27/03/2019, 18:21 WIB
Beberapa perempuan Arab Saudi hendak mengikuti pawai ulang tahun ke-87 Hari Nasional di Riyadh, 23 September 2017.Reuters via The Independent Beberapa perempuan Arab Saudi hendak mengikuti pawai ulang tahun ke-87 Hari Nasional di Riyadh, 23 September 2017.

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Saudi dilaporkan memiliki segudang rencana untuk meningkatkan peran perempuan di sektor pariwisata.

Demikian laporan Saudi Press Agency seperti dikutip dari Arab News, Rabu (27/3/2019).

Dirjen Badan Nasional untuk SDM Pariwisata Nasser Al-Nashmi mengatakan lebih dari 9.000 perempuan telah mendapat manfaat dari program pelatihan.

Baca juga: Dua Gadis Saudi yang Kabur dari Keluarganya Kini Dapat Negara Suaka

Hingga 2020, Badan Pariwisata Nasional Saudi menargetkan pelatihan bagi 25.000 perempuan termasuk 1.400 pemandu wisata.

"Ada 8.108 lulusan pariwisata di kerajaan dan ada rencana untuk meningkatkan jumlahnya sekitar 10 persen dalam tahun-tahun mendatang," kata Al-Nashmi.

Sebagai informasi, partisipasi perempuan pada sektor pariwisata di Saudi saat ini diklaim mencapai 22 persen.

Dia meyakini, badan pelatihan akan membantu pekerjaan dengan mengembangkan keterampilan warga Saudi.

Pada awal bulan ini, Saudi menyatakan akan mengeluarkan visa turis bagi wisatawan asing sebagai bagian kerajaan untuk menjadi destinasi hiburan dunia.

Visa turis akan memungkinkan para pelancong dari negara lain untuk memilih berbagai rekreasi termasuk olahraga, hiburan, dan bisnis.

"Kedutaan besar dan konsulat bisa mengeluarkan visa dalam waktu 24 jam setelah menerima permintaan," demikian pernyataan Kabinet Saudi.

Kerajaan Saudi berharap dapat meningkatkan jumlah kedatangan turis asing sambil mendorong pariwisata lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja setempat.

Baca juga: Gedung Opera di Italia Kembalikan Uang Sumbangan dari Arab Saudi

Berbagai hiburan seperti Formula E, gulat WWE, dan pertandingan tinju telah ditambahkan dalam kalendar acara di negara tersebut.

Saudi bahkan melirik Festival lari dikejar banteng atau bull-run yang populer di Spanyol.

Kerajaan itu mengincar setidaknya seperempat dari 20 miliar dollar AS yang dihabiskan warga Saudi ke luar negeri untuk mencari hiburan setiap tahunnya.

 




Close Ads X