Kompas.com - 27/03/2019, 15:06 WIB
|

WELLINGTON, KOMPAS.com - Menteri intelijen Selandia Baru, Rabu (27/3/2019) mengatakan, telah mengizinkan dinas intelijen melakukan kegiatan yang "mengganggu" pasca-tragedi Christchurch yang menewaskan 50 orang itu.

Andrew Little, menteri yang bertanggung jawab atas dinas rahasia GCSB dan SIS, mengatakan bahwa dia sudah menekan surat perintah pengawasan di saat pengumpulan informasi berlajut pasca-serangan teror itu.

"Saya sudah memberikan wewenang kepada badan-badan intelijen untuk melakukan kegiatan intrusif di bawah surat perintah, yang tak tak bisa saya publikasikan," kata Little kepada Radio New Zealand.

Baca juga: Rumah Aktivis Sayap Kanan Austria Diserbu Terkait Penembakan di Masjid Selandia Baru

Little menambahkan, dinas intelijen secara khusus memantai 30-40 orang dan jumlah itu kini bertambah meski dia tak menyebutkan jumlah persisnya.

Dia mengatakan, sebuah surat perintah memberikan wewenang kepada dinas intelijen untuk melakukan pengawasan fisik hingga memantau aktivitas telekomunikasi.

"Seluruh langkah ini bisa digambarkan sebagai aktivitas yang mengganggu," ujarnya kepada harian The New Zealand Herald.

"Tujuan penerbitan surat perintah adalah memberitakan izin dan menjadikan aktivitas yang dianggap melanggar hukum menjadi kegiatan yang sesuai hukum," tambahd ia.

Little membantah, aksi teror yang dilakukan pendukung supremasi kulit putih asal Australia itu membuktikan bahwa Selandia Baru adalah sasaran empuk.

Dia menegaskan, masih memercayai kinerja dinas intelijen dan hingga penyelidikan pemerintah berakhir terlalu prematur jika menyimpulkan dinas intelijen sudah gagal.

"Sangat penting bagi saya, bagi dinas intelijen, terutama bagi kepercayaan punlik bahwa kita harus menunggu hasil kerja komisi penyelidikan," tambah dia.

Sementara itu, kepolisian masih bungkap terkait dua penggerebekan di kota Christchurchpada Selasa (26/3/2019) malam.

Baca juga: Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru: Jangan Sedih, Aku Baik-baik Saja...

Penggerebekan itu dilakukan di sisi lain kota pada Selasa malam pukul 20.00 dan Rabu (27/6/2019) dini hari waktu setempat.

Polisi hanya mengatakan, penggerebekan tu terkait dengan sebuah "penyelidikan yang masih berlangsung" tetapi tidak mengatakan apakah operasi itu terkait penembakan di Christchurch. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.