China: Venezuela Bukanlah Halaman Belakang Negara Lain

Kompas.com - 27/03/2019, 12:28 WIB
Warga berjalan di sepanjang jalan saat terjadi listrik padam di Karakas, Venezuela, Kamis (7/3/2019). Di tengah krisis yang melanda Venezuela, pemadaman listrik massal yang terjadi berhari-hari di sejumlah kawasan negara itu menimbulkan banyak kekacauan seperti penjarahan hingga kesulitan air. ANTARA FOTO/REUTERS/IVAN ALVARADWarga berjalan di sepanjang jalan saat terjadi listrik padam di Karakas, Venezuela, Kamis (7/3/2019). Di tengah krisis yang melanda Venezuela, pemadaman listrik massal yang terjadi berhari-hari di sejumlah kawasan negara itu menimbulkan banyak kekacauan seperti penjarahan hingga kesulitan air.

BEIJING, KOMPAS.com - China membela Rusia yang menempatkan pasukan di Venezuela sehingga memicu sorotan sejumlah negara, terutama Amerika Serikat ( AS).

AS berupaya menggulingkan Presiden Nicolas Maduro dengan menyatakan dukungan terhadap pemimpin oposisi Juan Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Januari lalu.

Baca juga: Rusia: Pengiriman Pasukan ke Venezuela Kesepakatan sejak 2001

Di tengah banyak dukungan yang diterima Guaido, Rusia dan China merupakan negara yang masih menaruh kepercayaan terhadap Maduro.

Pesawat Antonov-124 dan pesawat Ilyushin Il-62 mendarat di Bandara Simon Bolivar pada Sabtu (25/3/2019), dan menurunkan 35 ton peralatan militer.

Kedua pesawat itu menurunkan sekitar 100 pasukan di bawah pimpinan Jenderal Vasily Tonkoshkurov, Kepala Direktorat Mobilisasi Pasukan Rusia.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton menegaskan AS tidak akan menoleransi campur tangan militer asing yang bersifat mengancam di Belahan Barat.

Lavrov menuduh AS berupaya merencanakan kudeta. Sementara Pompeo membalas dengan peringatan Washington tak akan "berpangku tangan" dan membiarkan Rusia seenaknya.

Juru bicara Kemenlu China Geng Shuang dikutip Newsweek Selasa (26/3/2019) berujar, negara Belahan Barat, termasuk Amerika Lain, adalah negara berdaulat.

"Mereka berhak menentukan kebijakan luar negeri mereka sendiri, dan berhak untuk bekerja sama dengan negara lain yang ditunjuk," tegas Geng.

Dia menjelaskan isu Venezuela hanya bisa diselesaikan oleh rakyat mereka sendiri, dengan stabilitas kawasan menjadi tanggung jawab mereka.

"Urusan negara Amerika Lain bukanlah urusan negara lain. Bahkan negara Amerika Latin juga bukan halaman belakang negara tersebut," ucap Geng.

AS mempunyai sejarah panjang intervensi melawan sayap kiri di seantero Amerika Latin. Antara lain Utusan AS untuk Venezuela Alliot Abrams.

Dia diyakini sebagai sosok yang berhubungan dengan upaya kudeta melengserkan mendiang Presiden Hugo Chavez yang notabene pendahulu Maduro.

Krisis politik di negara kaya minyak itu terjadi di tengah krisis ekonomi akibat hiperfinlasi dan kelangkaan kebutuhan pokok harian.

Baca juga: Ada Kabar Tentara Rusia Masuk Venezuela, Ini Peringatan AS

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X