Kompas.com - 26/03/2019, 22:36 WIB
Ilustrasi keputusan persidangan. SHUTTERSTOCKIlustrasi keputusan persidangan.

KAIRO, KOMPAS.com - Pengadilan Mesir telah membuat putusan yang memasukkan sebanyak 145 orang ke dalam daftar terorisme.

Keputusan tersebut setelah pihak Pengadilan Kasasi menolak banding para terdakwa atas putusan yang disahkan oleh pengadilan yang lebih rendah pada Juni tahun lalu.

Putusan yang dibuat pengadilan Mesir, pada Selasa (26/3/2019), itu telah menguatkan keputusan tentang daftar orang yang dianggap terorisme di negara itu.

Para terdakwa yang dimasukkan dalam daftar dituduh sebagai pihak yang melatih para anggota kelompok militan, serta membuat rencana kekerasan di negara itu. Demikian disampaikan sumber pengadilan, dikutip AFP.

Baca juga: Presiden Sisi Minta Eropa Tidak Ceramahi Mesir soal HAM

Dalam daftar tersebut, termasuk nama sejumlah tokoh senior organisasi Persaudaraan Muslim atau al-Ikhwan al-Muslimin, yang banyak dari mereka melarikan diri dari Mesir setelah tergulingnya presiden Islam Mesir, Mohamed Morsi, pada 2013 lalu.

Organisasi itu pun kemudian diberi label organisai teroris, beberapa bulan setelah tergulingnya Morsi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasangan pembawa acara televisi yang berbasis di Turki, Moataz Matar dan Mohamed Nasser, yang keduanya bekerja untuk saluran al-Ikhwan al-Muslimin, termasuk dalam daftar tersebut.

Matar baru-baru ini berada dalam bidikan negara setelah dia memprakarsai seruan di dunia maya yang mengajak kepada aksi protes menentang Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi.

Terdakwa lainnya di antaranya adalah Hamza Zoba, serta penceramah Wagdy Ghoneim, termasuk pula mantan presiden yang digulingkan, Mohamed Morsi.

Para terdakwa tersebut menghadapi tuduhan yang beragam, termasuk merencanakan tindakan kekerasan bersenjata di dalam negeri, serta merekrut elemen tempur dan melatih mereka, baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca juga: Militer Mesir Siap Lindungi Negara-negara Teluk dari Ancaman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.