Jelang Pemilu, Rakyat India Dilarang Bawa Uang dan Emas dalam Jumlah Banyak

Kompas.com - 26/03/2019, 21:14 WIB
Ilustrasi emas batanganSHUTTERSTOCK Ilustrasi emas batangan

NEW DELHI, KOMPAS.com - Sekitar 900 juta rakyat India memenuhi syarat untuk memilih dalam pemilu yang dimulai pada pada 11 April mendatang.

Pemilu yang dijadwalkan akan berakhir pada 19 Mei 2019 itu akan menentukan nasib Perdana Menteri Narendra Modi untuk jabatan kedua dan 543 anggota majelis rendah.

Diwartakan kantor berita AFP (26/3/2019), beberapa ahli memperkirakan pemilu terbesar di dunia tersebut akan menelan biaya sekitar 10 miliar dollar AS atau Rp 141,7 triliun.

Baca juga: Dirilis Jelang Pemungutan Suara, Film Biografi PM India Dikritik


Dari sejak pemilu diumumkan 10 Maret lalu, maka undang-undang khusus mulai berlaku.

UU melarang rakyat India membawa uang dalam jumlah besar, emas, dan perak untuk mengurangi risiko pembelian suara.

Tak hanya itu, polisi dan staf kereta api diberikan kekuasaan sementara untuk menyita minuman keras, uang tunai, atau barang-barang lain yang diyakini dapat memengaruhi pemilih.

Di masa lalu, partai-partai politik menggunakan ponsel, televisi dan gadget lainnya untuk mendapatkan suara.

Sasarannya tentu masyarakat miskin. Mereka mendapatkan uang tunai dan barang-barang mewah untuk menggalang dukungan dari pemilih.

Akhirnya, UU diterbitkan untuk melarang siapa pun memiliki lebih dari satu kilogram emas atau perak, atau membawa lebih dari satu juta rupee, hingga hasil pemilu diumumkan pada 23 Mei 2019.

Polisi telah menyita lebih dari 70 juta dollar AS atau Rp 992,6 miliar terdiri dari uang tunai, minuman keras, dan narkoba di bawah UU khusus tersebut.

Baca juga: Dituduh Jadi Mata-mata Pakistan, Seorang Pria Ditahan Polisi India

Dari jumlah itu, pihak berwenang telah menyita 4,4 juta liter minuman keras dan uang tunai senilai 1,5 miliar rupee atau Rp 308 miliar yang dianggap mencurigakan.

Pemilu di India kali ini difasilitasi aplikasi mobile yang memungkinkan pemilih melaporkan kesalahan ketika memberikan suara.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Konvoi Militer Turki Diserang Suriah, 3 Warga Sipil Tewas

Konvoi Militer Turki Diserang Suriah, 3 Warga Sipil Tewas

Internasional
WNI di Denmark Rela Tempuh Perjalanan 5 Jam demi Ikut Upacara 17 Agustus

WNI di Denmark Rela Tempuh Perjalanan 5 Jam demi Ikut Upacara 17 Agustus

Internasional
Tandai Peringatan 17 Agustus di Italia, KBRI Roma Pukul Gong

Tandai Peringatan 17 Agustus di Italia, KBRI Roma Pukul Gong

Internasional
3.500 Pengungsi Rohingya di Bangladesh Dibebaskan untuk Kembali ke Myanmar

3.500 Pengungsi Rohingya di Bangladesh Dibebaskan untuk Kembali ke Myanmar

Internasional
Taiwan Tawarkan Suaka bagi Peserta Demo Hong Kong, China Marah

Taiwan Tawarkan Suaka bagi Peserta Demo Hong Kong, China Marah

Internasional
Iran Peringatkan AS Tak Usik Kapal Tankernya yang Dibebaskan Gibraltar

Iran Peringatkan AS Tak Usik Kapal Tankernya yang Dibebaskan Gibraltar

Internasional
Ditanya Kenapa Masih Pertahankan Pasukan di Afghanistan, Trump: Kami Seperti Polisi

Ditanya Kenapa Masih Pertahankan Pasukan di Afghanistan, Trump: Kami Seperti Polisi

Internasional
Diejek Gendut Saat Ingin Es Krim, Gadis Ini Bunuh Pacar Pakai Gunting

Diejek Gendut Saat Ingin Es Krim, Gadis Ini Bunuh Pacar Pakai Gunting

Internasional
Dibebaskan Gibraltar, Kapal Tanker Iran Berlayar ke Yunani

Dibebaskan Gibraltar, Kapal Tanker Iran Berlayar ke Yunani

Internasional
Trump: Kami Tidak Ingin Afghanistan Jadi 'Laboratorium Teror'

Trump: Kami Tidak Ingin Afghanistan Jadi "Laboratorium Teror"

Internasional
5 Bulan Mengajar, Guru di Malaysia Ini Dapat 15 Surat Cinta dari Murid

5 Bulan Mengajar, Guru di Malaysia Ini Dapat 15 Surat Cinta dari Murid

Internasional
Hindari Kerusuhan, Otoritas India Tahan 4.000 Warga Kashmir

Hindari Kerusuhan, Otoritas India Tahan 4.000 Warga Kashmir

Internasional
Diputus Pacar dan Hilang Pekerjaan, Pria Ini Ancam Bunuh 100 Orang

Diputus Pacar dan Hilang Pekerjaan, Pria Ini Ancam Bunuh 100 Orang

Internasional
PM Denmark: Ketertarikan Trump Beli Greenland Itu Konyol

PM Denmark: Ketertarikan Trump Beli Greenland Itu Konyol

Internasional
Terbangun dari Koma 10 Hari, Pria Ini Lupa Tentang Hari Pernikahannya

Terbangun dari Koma 10 Hari, Pria Ini Lupa Tentang Hari Pernikahannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X