Jerman Selidiki Dugaan Suap dalam Penjualan Tiga Kapal Selam ke Israel

Kompas.com - 26/03/2019, 20:39 WIB
Perakitan kapal selam Jerman. SPUTNIK / AFP / CHRISTIAN CHARISIUSPerakitan kapal selam Jerman.

BERLIN, KOMPAS.com - Jaksa penuntut Jerman mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki dugaan kasus korupsi dalam penjualan tiga kapal selam ke Israel pada 2017, yang disebut melibatkan sekutu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Diberitakan surat kabar bisnis Handelsblatt, pihak berwenang Jerman sedang menyelidiki kontrak militer besar tentang penjualan kapal selam buatan Jerman, atas permintaan pihak berwenang Israel yang telah menyelidiki kasus itu sejak 2016.

"Sebuah evaluasi dari laporan media internasional telah memberikan alasan untuk penyelidikan awal," kata seorang juru bicara kantor kejaksaan Bochum, kepada AFP, Senin (25/3/2019).

Baca juga: Rusia Luncurkan Kapal Selam Baru yang Paling Modern di Dunia


Kasus yang dikenal sebagai "Kasus 3000" itu fokus pada dugaan korupsi seputar penjualan tiga kapal selam kelas Dolphin dan empat kapal angkatan laut Saar 6, yang dibangun oleh raksasa industri Jerman, Thyssenkrupp, bernilai hingga sekitar dua miliar dollar AS.

Pekan lalu, mantan karyawan Thyssenkrupp, Michael Ganor, telah ditanglap di Israel usai memberi tahu polisi tentang niatnya untuk mengubah pernyataan yang disampaikannya selama penyelidikan, menjadi dugaan korupsi seputar transaksi jual beli kapal selam Jerman.

Skandal itu disebut-sebut juga dapat menyeret Perdana Menteri Netanyahu karena sejumlah rekan, kerabat, dan afiliasinya diduga terlibat.

Polisi telah menyatakan pada November lalu tentang bukti untuk mengajukan tuduhan terhadap sejumlah tersangka, termasuk sepupu sekaligus pengacara Netanyahu, David Shimron.

Netanyahu sendiri sempat dimintai keterangan sebagai saksi oleh pihak berwajib dan tidak dianggap sebagai tersangka.

Saingan politik utama Netanyahu, Benny Gantz, yang juga mantan kepala staf pasukan Pertahanan Israel (IDF), pekan lalu menyerukan untuk dilakukannya penyelidikan secara penyeluruh terkait kasus ini.

Baca juga: Korea Selatan Luncurkan Kapal Selam Peluncur Rudal Balistik Pertama

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X