Kompas.com - 26/03/2019, 16:58 WIB

ORSK, KOMPAS.com - Seorang gadis remaja di Rusia tewas mengenaskan setelah tubuhnya tersambar kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Gadis bernama Karina Baymukhambetova, yang baru berusia 15 tahun itu tewas seketika di lokasi kejadian, di Orsk, Rusia, pada akhir pekan lalu.

Dilansir Mirror, saat kejadian korban sedang bersama dengan seorang pria kenalannya.

Mereka berdua hendak berfoto di dekat rel kereta api, saat serangkai kereta bergerak mendekat dengan kecepatan tinggi.

Menurut media setempat, masinis kereta sempat membunyikan klakson setelah melihat ada orang yang berada di tengah jalur rel.

Petugas masinis juga sempat menarik tuas rem darurat, namun tetap tak mampu berhenti pada saat yang tepat sehingga menyambar tubuh korban.

Baca juga: Tiga Orang Diduga Seniman Grafiti Tewas Tersambar Kereta Api di London

Rekan pria korban dapat melompat menjauhi rel sesaat sebelum insiden.

"Namun gadis remaja itu tidak beruntung dan tubuhnya tersambat. Dia meninggal dengan kondisi yang mengenaskan," tulis pemberitaan di media setempat.

Teman-teman korban menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, baik secara langsung maupun melalui laman media sosial.

Ibu korban, Natalia (39), menerima pesan dukungan yang membanjir di media sosial.

Sementara pihak berwenang akan memutuskan apakah akan menggelar kasus kriminal atas kematian korban.

"Saya berharap masyarakat dapat memperhatikan dan mengingatkan kerabat mereka. Penting untuk diingat fakta bahwa rel kereta adalah berbahaya baik untuk kesehatan maupun keselamatan Anda," kata inspektur penghubung polisi senior dan transportasi, Denis Khnykin.

Selain insiden tersambar kereta, dalam beberapa bulan terakhir, dua remaja usia 14 tahun tersetrum dalam insiden terpisah, saat melintasi rel kereta di Rusia.

"Anak-anak harus dapat berkata tidak saat berhadapan dengan sesuatu yang berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan mereka," kata Elena Zaporozhskaya, kepala kebijakan sosial Orsk.

"Ini adalah hal yang berat untuk dipelajari namun diperlukan."

"Kedua, saya berharap para orangtua dapat mengetahui di mana dan dengan siapa anak-anak mereka menghabiskan waktu. Masyarakat harus menjaga dan melindungi anak-anak mereka," tambahnya.

Baca juga: Tersambar Kereta Api, Biker Terseret 15 Meter Hingga Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.