Turki dan Iran Selesai Gelar Operasi Gabungan Anti-teror Pertama Kali

Kompas.com - 26/03/2019, 15:21 WIB
Pasukan militer Turki bersiap di wilayah Afrin, Suriah. Ankara telah mengirimkan pasukan khusus tambahan untuk bersiap menghadapi pertempuran baru. GETTY/THE NEW ARABPasukan militer Turki bersiap di wilayah Afrin, Suriah. Ankara telah mengirimkan pasukan khusus tambahan untuk bersiap menghadapi pertempuran baru.

ANKARA, KOMPAS.com - Turki mengumumkan telah sukses menggelar dan merampungkan misi operasi gabungan anti-teror bersama Iran, yang menargetkan kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Operasi anti-teror tersebut dilakukan selama lima hari pada 18 sampai 23 Maret lalu di dekat perbatasan kedua negara. Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu, pada Senin (25/3/2019) malam.

Dalam sebuah komunikasi telepon pada Rabu (20/3/2019) pekan lalu, pejabat militer Turki dan Iran mengatakan bahwa operasi simultan dan terkoordinasi yang dilakukan akan berlanjut untuk "waktu yang lebih lama".

Kedua belah pihak juga mengatakan bahwa mereka bertekad untuk melanjutkan perang melawan terorisme.

PKK yang dibentuk pada 1978, telah dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan juga Uni Eropa. Kelompok itu memerangi Turki untuk menjadi sebuah negara merdeka, namun tujuan itu telah bergeser menjadi daerah otonomi.

Baca juga: Turki dan Iran Siap Gelar Operasi Gabungan Melawan Pemberontak Kurdi

Namun kampanye teror yang dilakukan organisasi ini disebut bertanggung jawab atas kematian lebih dari 400.000 orang.

PKK juga berafiliasi dengan organisasi Kurdi lainnya, termasuk di Iran, dengan Partai Kehidupan Bebas Kurdistan (PJAK).

Kelompok tersebut bermarkas di pegunungan Qandil, yang terletak sekitar 40 kilometer tenggara perbatasan Turki di provinsi Irbil, Irak.

Sempat bermarkas di Suriah hingga 1998, saat ini organisasi teroris itu kini dikendalikan dari markas besar di Pegunungan Qandil, di Irak utara.

Persatuan Masyarakat Kurdistan (KCK) menjadi payung bagi kelompok-kelompok Kurdi, di antaranya PKK di Turki, Partai Solusi Demokratik Kurdistan (PCDK) di Irak, PJAK di Iran, dan Partai Serikat Demokrat (PYD) di Suriah.

Selain itu masih ada kelompok bersenjata, Unit Perlindungan Rakyat (YPG) yang memperkuat Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS dan memerangi kelompok teroris ISIS di Suriah.

Baca juga: Turki dan Rusia Mulai Patroli Gabungan di Idlib



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X