Dituduh Jadi Mata-mata Pakistan, Seorang Pria Ditahan Polisi India

Kompas.com - 26/03/2019, 13:23 WIB
Ilustrasi seseorang diborgol. THINKSTOCKIlustrasi seseorang diborgol.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Kepolisian Rajasthan dilaporkan telah menahan seorang pria asal India yang dituduh bekerja sebagai mata-mata untuk badan intelijen Pakistan (ISI), di tengah ketegangan yang meningkat antara kedua negara.

Dilansir Indian Express, pria bernama Mohammed Parvez (42) itu ditahan oleh badan intelijen India (NIA) karena aktivitas anti-nasional dan menjadi tahanan yudisial sejak 2017.

"Dia dibawa pada hari Senin (25/3/2019) untuk diinterogasi, setelah itu kepolisian negara menahannya," kata Direktur Jenderal Intelijen, Umesh Mishra.

Baca juga: India Sebar Kapal Perang, Kapal Induk, dan Kapal Selam di Wilayah Perairannya

Parvez diduga telah menjebak sejumlah perempuan tentara Angkatan Darat India menggunakan identitas palsu, dengan maksud mengumpulkan informasi strategis dan rahasia untuk kemudian diserahkan kepada ISI, yang memberinya dukungan keuangan.

Saat diinterogasi, Parvez mengungkapkan bahwa dia telah melakukan kontak dengan pejabat ISIS dan telah melakukan perjalanan ke Pakistan sebanyak 17 kali dalam 18 tahun terakhir. Demikian kata pejabat intelijen India.

"Sementara ISI memberikan semua dukungan yang diperlukan Parvez untuk memberi informasi rahasia," tambah Mishra.

Pervez disebut menerima kartu SIM seluler untuk salinan foto dan identitas dari orang-orang dengan jaminan formalitas visa cepat yang dilakukan di Komisi Tinggi Pakistan di New Delhi.

Dia kemudian mengaktifkan nomor SIM yang diterimanya untuk berbagi informasi dengan penghubungnya di Pakistan.

"Parvez diajukan ke pengadilan Jaipur, yang kemudian mengirimnya ke tahanan polisi selama empat hari," kata Mishra.

Baca juga: India Tanggapi Skeptis Pakistan yang Klaim Menahan 100 Anggota Kelompok Ekstremis



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X