Hari Ini dalam Sejarah: Perjanjian Damai Mesir-Israel Ditandantangani

Kompas.com - 26/03/2019, 09:05 WIB
Presiden Mesir Anwar Sadat (kiri), Presiden AS Jimmy Carter (tengah), dan PM Israel Menachem Begin saat bertemu di Camp David pada 1978. US Government Archive/WikipediaPresiden Mesir Anwar Sadat (kiri), Presiden AS Jimmy Carter (tengah), dan PM Israel Menachem Begin saat bertemu di Camp David pada 1978.
|

KOMPAS.com - Hari ini , tepatnya 26 Maret 1979, Mesir dan Israel resmi menandatangani perjanjian damai yang digelar di rumah tetirah presiden AS di Camp David, tak jauh dari Washington DC, Amerika Serikat.

Perjanjian damai yang diteken PM Israel Menachem Begin dan Presiden Anwar Sadat menjadi perjanjian damai pertama antara Israel dan sebuah negara Arab.

Penandatanganan perjanjian damai yang disaksikan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter itu sekaligus mengakhiri perang tiga dekade antara kedua negara bertetangga tersebut.

Baca juga: Ribuan Warga Jordania Tuntut Pembatalan Perjanjian Damai dengan Israel


Dampak lain dari penandatangan ini, PM Begin dan Presiden Sadat sama-sama meraih Hadiah Nobel Perdamaian 1978.

Bagaimana perdamaian kedua negara yang sudah berseteru lama ini bisa terwujud?

Pada Oktober 1973, Mesir dan Suriah bergabung untuk menyerang Israel dengan tujuan merebut kembali wilayah yang direbut Negara Yahudi itu dalam Perang Enam Hari 1967, termasuk Semenanjung Sinai.

Meski dalam konflik yang kemudian dicatat sejarah sebagai Perang Yom Kippur ini Mesir bisa mendapatkan kemajuan strategis, pada akhirnya militer Israel bisa memukul mundur Mesir.

Namun, kesuksesan awal militernya membuat posisi Presiden Anwar Sadat menjadi lebih kuat di kawasan Timur Tengah dan secara internasional.

Di saat yang sama, Amerika Serikat, yang selama ini didekati Sadat, turun tangan untuk memaksa pengunduran sebagian pasukan Israel dari Semenanjung Sinai.

Pada November 1977, Presiden Anwar Sadat berkunjung ke Jerusalem untuk menggelar pembicaraan damai dengan Israel.

Sadat menjadi kepala negara Arab pertama yang melakukan kunjungan resmi ke Israel.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Israel Serang Mesir, Awali Perang Enam Hari

Pembicaraan awal kedua negara kemudian mencapai puncaknya setahun kemudian di Camp David ketika Presiden Sadat dan PM Begin resmi menyepakati perjanjian damai pada 17 September 1978.

Kesepakatan ini terdiri atas dua bagian yaitu "Kerangka Kerja untuk Perdamaian di Timur Tengah" dan "Kerangka kerja untuk Perjanjian Damai antara Mesir dan Israel".

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X