Pembangkit Listrik "Diserang", Setengah Wilayah Venezuela Terkena Pemadaman

Kompas.com - 26/03/2019, 07:25 WIB
Suasana saat terjadinya listrik padam di Caracas, Venezuela, Kamis (7/3/2019). Di tengah krisis yang melanda Venezuela, pemadaman listrik massal yang terjadi berhari-hari di sejumlah kawasan negara itu menimbulkan banyak kekacauan seperti penjarahan hingga kesulitan air. ANTARA FOTO/REUTERS/CARLOS JASSOSuasana saat terjadinya listrik padam di Caracas, Venezuela, Kamis (7/3/2019). Di tengah krisis yang melanda Venezuela, pemadaman listrik massal yang terjadi berhari-hari di sejumlah kawasan negara itu menimbulkan banyak kekacauan seperti penjarahan hingga kesulitan air.

CARACAS, KOMPAS.com - Venezuela dilaporkan kembali terkena pemadaman listrik besar, kurang dari tiga pekan setelah negara kawasan Amerika Latin itu dilanda insiden yang sama.

Harian lokal El Nacional via The Guardian melaporkan, pemadaman listrik pada Senin (25/3/2019), berdampak kepada 14 dari total 23 negara bagian di Venezuela.

Adapun lembaga penyiaran NTN24 memberitakan ada 16 negara bagian yang tidak menerima pasokan listrik, termasuk ibu kota Caracas.

Baca juga: Kelaparan, Anak-anak di Venezuela Mengais Sampah untuk Makan


Sempat bungkam selama dua jam, pemerintah melalui Menteri Informasi Jorge Rodriguez menyebut pemadaman terjadi akibat "serangan" di pembangkit listrik.

Diwartakan Bloomberg, Rodriguez mengatakan "serangan" terjadi di pembangkit listrik tenaga air Guri tanpa menjabarkan serangan seperti apa yang dimaksud.

Layanan kereta bawah tanah Caracas dihentikan, para pemilik toko langsung menutup daun jendela mereka saat gelap, dengan para pekerja langsung diminta pulang.

Organisasi pemantau internet NetBlocks melaporkan 57 persen infrastruktur komunikasi di Venezuela lumpuh, dengan Rodriguez mengklaim listrik mulai dipulihkan di sejumlah tempat.

Dia menggunakan kesempatan tersebut untuk menyerang oposisi yang disebut menggunakan momentum itu untuk berupaya menggulingkan pemerintah.

Sebelumnya pemadaman juga terjadi pada 7 Maret dan berlangsung hingga sepekan penuh. Di Maracaibo yang merupakan kota terbesar kedua, toko-toko dijarah.

Pekerja medis di rumah sakit berjibaku menyelamatkan pasien tanpa pasokan listrik dengan makanan membusuk di lemari pendingin maupun supermarket.

Presiden Nicolas Maduro menyalahkan pemadaman itu akibat sabotase asing dan aksi teroris yang berusaha membuat Venezuela dalam kekacauan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X