Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/03/2019, 23:25 WIB

KOMPAS.com - Bagi para penggemar novel fiksi ilmiah, nama Jules Verne tentu sudah tidak asing. Penulis asal Perancis ini memang menjadi salah satu yang mempelopori novel genre tersebut.

Penulis dengan nama lengkap Jules Gabriel Verne itu terkenal dengan karya-karya novel fiksi ilmiahnya yang menceritakan kisah petualangan yang tak biasa.

Jules Verne, lahir pada 8 Februari 1828 di Nantes, Perancis, dari pasangan Pierre Verne, seorang pengacara, dan Sophie Allote de la Fuye, yang berdarah Skotlandia.

Jules memiliki seorang adik laki-laki bernama Paul dan tiga adik perempuan, Anna, Mathilde, dan Maria.

Sang ayah menginginkan putra tertuanya untuk mengikuti jejaknya menjadi seorang pengacara sehingga mengirim Jules untuk belajar hukum di Paris pada 1847.

Namun Jules muda justru jatuh cinta kepada dunia sastra, terlebih seni pertunjukan teater.

Setelah lolos dalam ujian jurusan hukum tahun pertama, Jules kembali ke Nantes. Saat pulang ke kampung halamannya itu dia bertemu dan jatuh cinta kepada Rose Herminie Arnaud Grossetiere yang setahun lebih tua darinya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Michelangelo, Seniman Terkenal di Era Renaisans Italia

Jules pun menuliskan sekitar 30 karya puisi yang ditujukan untuk Rose. Namun hubungan keduanya tidak direstui karena Jules yang belum memiliki masa depan yang jelas dan Rose dinikahkan oleh kedua orangtuanya dengan seorang tuan tanah kaya raya yang berusia 10 tahun lebih tua.

Pada Juli 1848, Jules kembali ke Paris untuk menyelesaikan sekolah hukumnya, seperti keinginan sang ayah. Tiga tahun berselang, Jules yang tetap menjalankan hobinya menulis, dapat lulus pada Januari 1851.

Kendati memiliki ijazah sekolah hukum, Jules lebih memilih untuk berkarir sebagai penulis, meski sang ayah terus mendesaknya untuk menjalani profesi sebagai pengacara.

Hingga puncaknya pada Januari 1852, sang ayah menawarkan untuk membuka sendiri kantor praktik hukum di Nantes. Namun sekali lagi menolak tawaran itu dan memilih terus menjadi penulis.

Menjadi Penulis

Selama merintis karir sebagai penulis, Jules banyak menghabiskan waktunya di perpustakaan nasional Perancis, di mana dia membaca buku-buku untuk bahan tulisannya, terutama yang berkaitan dengan penemuan terbaru dan juga geografi.

Jules juga mulai menulis karya skenario untuk pertunjukan, selain bekerja sebagai sekretatis di Theatre Lyrique dan merilis cerpen maupun esai ilmiah.

Dari hasil membaca buku-buku di perpustakaan nasional, Jules membayangkan untuk membuat sebuah kisah yang menggabungkan fakta ilmiah dengan petualangan fiktif.

Pada 1857, Jules menikah dan selama beberapa tahun dia bekerja sebagai broker untuk pasar saham Paris. Pekerjaan itu dilakukan Jules demi memenuhi kebutuhan perekonomiaannya setelah menikah. Namun dia tidak pernah berhenti membaca di perpustakaan dan menulis karya.

Pada September 1862, Jules bertemu dengan Pierre-Jules Hetzel, yang kemudian setuju untuk mempublikasikan karya fiksi ilmiah pertamanya, yang berjudul "Cinq semaines en ballon" atau "Lima Minggu di Sebuah Balon" (1863).

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Gustave Eiffel, Arsitek Menara Paling Terkenal di Paris

Tulisannya diserialisasikan dalam majalan milik Hetzel dan menjadi best seller, hingga Hetzel pun menawarkan sebuah kontrak jangka panjang untuk lebih banyak karya fiksi ilmiah Jules.

Serangkaian tulisan fiksi ilmiah Jules tersebut kemudian dikenal dengan seri "perjalanan yang luar biasa". Jules pun berhenti bekerja sebagai broker saham dan menjadi penulis penuh waktu.

Selama 40 tahun berkarir sebagai penulis, Jules telah menghasilkan lebih dari 60 karya fiksi ilmiah "perjalanan yang luar biasa".

Fase Karya Jules Verne

Jika dibagi ke dalam fase, karya-karya tulisan Jules dapat dibagi menjadi tiga fase berbeda. Pertama adalah fase positivisme yakni antara 1862 hingga 1886.

Pada masa ini, Jules banyak menghasilkan tulisan-tulisan populer seperti "Perjalanan ke Pusat Bumi" (1863), "Dari Bumi Menuju Bulan (1865), "Mengelilingi Bulan" (1870), "20.000 Liga di Bawah Laut" (1870), serta "Mengelilingi Dunia dalam Delapan Hari" (1873).

Pada masa jayanya ini, Jules menyempatkan mengunjungi New York dan berlayar ke negara-negara Eropa bahkan membeli kapal pesiar.

Fase kedua, yakni dari tahun 1886 hingga kematiannya di tahun 1905. Masa-masa ini digambarkan sebagai masa pesimistis Jules.

Karya-karya yang dihasilkan Jules selama masa ini pun berubah dari kisah perjalanan luar biasa menjadi kisah yang menceritakan bahaya teknologi yang ditimbulkan para ilmuwan yang dipenuhi keangkuhan.

Karya-karya Jules pada fase ini di antaranya, "Pulau Terapung" atau "Pulau Baling-baling" (1895), "Demi Bendera" (1896), dan "Penguasa Dunia" (1904).

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Auguste Rodin, Seniman Pematung The Thinker

Perubahan sudut pandang penulisan Jules disebut pararel dengan masalah-masalah yang dihadapinya, seperti masalah dengan pertentang putranya, Michel, kesulitan ekonomi, kematian sang mentor Hetzel, serta insiden penembakan oleh keponakannya yang mengalami gangguan kejiwaan hingga melukai kakinya dan membuat Jules pincang.

Seiring dengan bertambahnya usia, kesehatan Jules pun mulai mengalami penurunan, salah satunya menderita diabetes.

Hingga pada 24 Maret 1905, Jules meninggal di kediamannya di Amiens. Dia meninggal dengan meninggalkan setumpuk tulisan yang belum rampung di lemari kerjanya.

Meski sang penulis telah meninggal, namun karya-karya Jules Verne tetap berlanjut. Adalah putranya, Michel, yang melanjutkan kerja yang ditinggalkan sang ayah.

Inilah fase ketiga karya Jules Verne, yakni dari 1905 hingga 1919, yang dilanjutan oleh Michel.

Karya-karya terkenal pada fase ini di antaranya ada "Gunung Api Emas" (1906), "Pengejaran Meteor Emas" (1908), "Pilot Danube" (1908), dan "Rahasia Wilhelm Storitz" (1910).

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Clare Hollingworth, Perempuan Wartawan Perang Dunia II

Membandingkan karya tulisan Jules dari fase pertama dan kedua dengan yang ketiga, para peneliti modern menemukan bahwa Michel tak sekadar membaca dan melanjutkan naskah yang ditinggalkan Jules, terkadang dia juga merombak, bahkan hampir keseluruhan cerita.

Pada banyak kasus dia menambahkan karakter, menyusun ulang alur, dan menjadikannya lebih melodramatik.

Pada 1925, Michel meninggal dan berakhir pula fase terakhir dari karya sang pelopor fiksi ilmiah, Jules Verne.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.