Hari Ini dalam Sejarah, Raja Faisal dari Arab Saudi Dibunuh Keponakan

Kompas.com - 25/03/2019, 15:33 WIB
Raja Faisal bin Ibnu Saud Common Use WikipediaRaja Faisal bin Ibnu Saud

KOMPAS.com — Faisal bin Abdulaziz al-Saud dikenal sebagai salah satu raja yang memiliki pengaruh besar dalam Kerajaan Arab Saudi. Saat Raja Faisal memimpin (1964-1975), dia dianggap sebagai tokoh yang membawa pandangan modern.

Raja Faisal juga tercatat sebagai orang yang menghapus perbudakan di Arab Saudi serta salah satu tokoh di Timur Tengah yang tegas dalam menolak dominasi Amerika Serikat atau Uni Soviet.

Saat memimpin, Raja Faisal bahkan secara tegas mengkritik standar ganda negara Barat terkait kemerdekaan Palestina. Ini menyebabkan Raja Faisal melakukan boikot minyak ke negara Barat yang dianggap terlalu membela Israel. Aksi ini mengakibatkan krisis minyak pada 1973.

Namun, hari ini 44 tahun yang lalu, tragedi melanda Arab Saudi. https://twitter.com/elisa_jkt/status/1109761623344844801Pada 25 Maret 1975, Raja Faisal dibunuh oleh keponakannya sendiri, Pangeran Faisal Ibu Musaed.


Pangeran Faisal menembakkan tiga peluru ke tubuh Raja dari jarak dekat. Peristiwa itu terjadi saat berlangsung audiensi kerajaan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, Rolls-Royce Memulai Debutnya

Kejadian

Dilansir dari BBC, sebelum penembakan terjadi Raja Faisal membungkukkan badan untuk mencium sang keponakan, Pangeran Faisal. Akan tetapi, ia justru mendapatkan tembakan langsung di dagu dan telinga.

Penjaga raja yang mengetahui kejadian itu langsung mengarahkan pedang kepada Pangeran Faisal. Pedang pengawal masih dalam kondisi tertutup sehingga tidak melukainya sama sekali.

Menteri Perminyakan Sheikh Yamani berteriak kepada sang penjaga untuk tidak membunuh Pangeran Fasial.

Raja Faisal langsung dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan masih hidup. Tim dokter telah mencoba menyelamatkan nyawa Raja, misalnya dengan melakukan transfusi darah dan memijat bagian hati. Namun, luka tembak yang diterimanya terlalu fatal untuk ditangani.

Ia pun tutup usia pada hari itu juga, di usia ke-69.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Penemuan Struktur DNA Manusia

Jadi tersangka

Pangeran Faisal langsung ditangkap dan diamankan untuk dimintai keterangan. Hingga sekarang belum diketahui secara pasti apa alasan penembakan yang dilakukan oleh Pangeran Faisal di Riyadh, Arab Saudi, ini.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X