PM Selandia Baru Perintahkan Investigasi Aksi Teroris di Christchurch

Kompas.com - 25/03/2019, 13:42 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.AFP / MARTY MELVILLE / OFFICE OF PRIME MINITER NEW ZEALAND Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

WELLINGTON, KOMPAS.com — Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Senin (25/3/2019), memerintahkan sebuah penyelidikan independen terkait aksi teror di Christchurch pada 15 Maret lalu.

Penyelidikan ini digelar untuk mengetahui kemungkinan polisi dan dinas intelijen sebenarnya bisa mencegah tragedi yang menewaskan 50 orang itu.

Ardern mengatakan, sebuah komisi kerajaan, proses investigasi paling kuat dalam undang-undang Selandia Baru, diperlukan untuk mengetahui mengapa seorang pria bersenjata bisa membunuh 50 orang.

Baca juga: Selandia Baru Butuh 3 Hari Larang Senapan Serbu, Bagaimana AS?


"Amat penting agar semua fakta diungkap untuk memahami bagaimana aksi terorisme ini bisa terjadi dan bagaimana kita bisa menghentikannya," ujar Ardern.

Dinas intelijen Selandia Baru menghadapi kritik tajam pascatragedi itu karena dianggap terlalu berkonsentrasi terhadap ancaman ekstremisme Islam.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya seluruh korban adalah umat Muslim dan pembantaian itu dilakukan seorang penganut supremasi kulit putih yang meyakini adanya rencana kelompok ekstremis Islam untuk menginvasi negara Barat.

"Satu pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah seharusnya kita mengetahui lebih banyak lagi," kata Ardern.

"Selandia Baru bukan negara yang mengawasi ketat rakyatnya, tetapi sejumlah pertanyaan harus dijawab," ujar dia.

Dia melanjutkan, rincian soal komisi penyelidikan ini sedang diselesaikan. Nanti, komisi itu akan memberikan laporan yang komprehensif pada waktunya.

Di sisi lain, Ardern menepis kemungkinan memberlakukan kembali hukuman mati demi memberikan hukuman maksimal untuk Brenton Tarrant (28), teroris penyerang dua masjid di Christchurch.

Baca juga: Foto PM Selandia Baru Hiasi Burj Khalifa di Dubai



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Internasional
Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Internasional
Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Internasional
Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional
Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Internasional
Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Internasional
Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Internasional
Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Internasional
Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Internasional
Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Internasional
Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Internasional

Close Ads X