Kompas.com - 25/03/2019, 13:18 WIB

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) telah mengumumkan operasi fase kedua mereka adalah mengincar sel tidur setelah merebut Baghouz yang merupakan benteng terakhir ISIS.

Dinas keamanan internasional telah memprediksi ISIS bakal mencari perhatian sekaligus legitimasi teror setelah terus terdesak.

Pekan lalu, sebuah rekaman suara yang mengaku sebagai juru bicara ISIS dirilis, dan menyerukan pembalasan atas penembakan di Christchurch, Selandia Baru.

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt dalam tulisannya di Sunday Times meminta publik tidak meyakini ISIS kalah sepenuhnya hanya karena Baghouz direbut.

"Karena mereka bergerak di bawah tanah, mereka menjalankan taktik secara gerilya dan membentuk sebuah jaringan rahasia," ungkap Hunt.

Baca juga: 6 Aturan Kejam ISIS kepada Jutaan Penduduk Ketika Masih Berkuasa

Menlu 52 tahun itu berkata, keberlangsungan ideologi ISIS tidak bergantung pada wilayah yang dikuasai. Mereka melakukan propaganda maupun menggalang dana via internet.

Serangan mematikan skala besar terakhir yang diklaim oleh ISIS terjadi pada November 2015 di Paris, Perancis, yang 137 orang termasuk pelaku.

Serangan itu diyakini diperintahkan langsung dari pimpinan ISIS, dan dilaksanakan sel yang terlatih dan pernah terlibat di Suriah.

Seorang mantan anggota ISIS yang diwawancarai Independent mengungkapkan segera setelah sampai di Suriah pada 2015, seorang anggota badan rahasia mendekatinya.

Saat itu, si anggota badan rahasia menanyakan kepada Harry Sarfo apakah bersedia untuk melancarkan pengeboman di negara asalnya, Jerman.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.