Kompas.com - 25/03/2019, 06:29 WIB

CARACAS, KOMPAS.com - Dua pesawat militer Rusia dilaporkan mendarat di Venezuela dengan membawa logistik serta pasukan pada akhir pekan kemarin.

Kabar itu dihembuskan surat kabar milik pemerintah Rusia Sputnik melalui versi Bahasa Spanyol, sebagaimana diwartakan AFP Minggu (24/3/2019).

"Dua pesawat Rusia tiba pada Sabtu (23/3/2019) membawa personel dan peralatan untuk memenuhi kontrak militer," demikian kabar dari Sputnik.

Baca juga: Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Laporan itu tidak menyebutkan detil namun mengutip sumber dari Kedutaan Rusia di Caracas, tidak ada yang misterius dalam penerbangan itu.

Laporan dari Sputnik muncul setelah jurnalis Venezuela Javier Mayorca di Twitter mengungkapkan ada pesawat Antonov-124 dan pesawat lebih kecil, diyakini Ilyushin Il-62.

Kedua pesawat itu menurunkan sekitar 100 tentara di bawah pimpinan Jenderal Vasily Tonkoshkurov, Kepala Direktorat Mobilisasi Pasukan Rusia.

Jurnalis AFP melihat pada Minggu pagi salah satu pesawat berada di landasan pacu Bandara Maiquetia dengan bender Rusia di badan pesawat.

Otoritas Venezuela tidak memberikan informasi soal penerbangan itu. Sementara Kedubes Rusia menolak untuk berkomentar saat dikonfirmasi.

Kabar pengiriman itu muncul di tengah krisis Venezuela yang terjadi setelah gelombang massa meminta agar Presiden Nicolas Maduro mundur.

Rusia yang merupakan sekutu Venezuela menolak langkah Amerika Serikat (AS) yang menjatuhkan sanksi bagi Maduro dan pemerintahannya.

Kremlin juga menolak manuver AS yang mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara setelah mendeklarasikan diri Januari lalu.

Presiden Donald Trump sebelumnya pernah menyatakan segala opsi, termasuk menggunakan intervensi militer ke Venezuela, tengah dipertimbangkan.

Pada 28 April, sanksi AS bakal meningkat berupa larangan pembelian minyak mentah Venezuela. Secara historis, Washington adalah pembeli terbesar.

Penerapan sanksi itu diharapkan bisa memberikan pukulan telak kepada pemerintahan Maduro yang kondisi finansialnya dikabarkan tergerus.

Moskwa telah berkali-kali menyatakan dukungan kepada Maduro. Selain kabar pengiriman pasukan, Rusia juga mengerahkan pesawat pembom Ty-160 untuk berpartisipasi dalam latihan militer.

Adanya kabar pasukan Rusia menjejakkan kaki di negara Amerika Latin tersebut bakal menjadi alarm bagi militer AS, dan juga ujian politik Trump yang kerap menghindari mengkritik Presiden Vladimir Putin.

Baca juga: Trump Janjikan Sanksi Lebih Keras dan Terberat untuk Venezuela

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.