Kompas.com - 25/03/2019, 06:29 WIB

Kremlin juga menolak manuver AS yang mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara setelah mendeklarasikan diri Januari lalu.

Presiden Donald Trump sebelumnya pernah menyatakan segala opsi, termasuk menggunakan intervensi militer ke Venezuela, tengah dipertimbangkan.

Pada 28 April, sanksi AS bakal meningkat berupa larangan pembelian minyak mentah Venezuela. Secara historis, Washington adalah pembeli terbesar.

Penerapan sanksi itu diharapkan bisa memberikan pukulan telak kepada pemerintahan Maduro yang kondisi finansialnya dikabarkan tergerus.

Moskwa telah berkali-kali menyatakan dukungan kepada Maduro. Selain kabar pengiriman pasukan, Rusia juga mengerahkan pesawat pembom Ty-160 untuk berpartisipasi dalam latihan militer.

Adanya kabar pasukan Rusia menjejakkan kaki di negara Amerika Latin tersebut bakal menjadi alarm bagi militer AS, dan juga ujian politik Trump yang kerap menghindari mengkritik Presiden Vladimir Putin.

Baca juga: Trump Janjikan Sanksi Lebih Keras dan Terberat untuk Venezuela

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.