Kompas.com - 24/03/2019, 10:17 WIB

CHRISTCHURH, KOMPAS.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada Kamis lalu mengumumkan larangan penjualan dan peredaran senapan serbu dan semi-otomatis.

Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap serangan teror di dua masjid di Christchurch yang menewaskan 50 orang.

CNN mencatat, pengumuman itu muncul setelah kabinet pemerintahan sepakat untuk merombak undang-undang dan melarang senjata semi-otomatis dan senapan serbu selang 72 jam serangan di Christchurch.

Baca juga: Foto PM Selandia Baru Hiasi Burj Khalifa di Dubai

Lalu, bagaimana dengan AS yang selama ini kerap menghadapi insiden penembakan massal?

Penembakan di Las Vegas

Peristiwa ini terjadi pada 1 Oktober 2017 ketika seorang pria melepaskan tembakan dari sebuah kamar hotel ke kerumunan penonton konser.

Sebanyak 58 orang tewas dalam penembakkan massal paling mematikan dalam sejarah modern AS. Pelaku diketahui memakai senjata dengan aksesori bump stock.

Setelah teror tersebut, Massachusettes menjadi negara bagian pertama yang melarang bump stock pada November 2017.

Pemerintahan Donald Trump kemudian melarang akseori yang dapat mengubah senapan semi-otomatis menjadi senapan otomatis pada 18 Desember 2018.

Orangtua menanti kabar setelah laporan insiden penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, pada Rabu (14/2/2018). (AP Photo) Orangtua menanti kabar setelah laporan insiden penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, pada Rabu (14/2/2018). (AP Photo)
Penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas

Pada 14 Februari 2018, seorang remaja menggunakan senapan AR-15 untuk membunuh 17 orang di SMA Marjory Stoneman Douglas, Parkland, Florida.

Insiden tersebut memicu murid-murid ke sekolah turun ke jalan untuk meminta pemerintah mengetatkan kepemilikan senjata.

Halaman:
Sumber CNN


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.