Setelah Benteng Terakhir ISIS Direbut, Apa Langkah SDF Selanjutnya?

Kompas.com - 23/03/2019, 21:54 WIB
Anggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) berkumpul sembari bernyanyi dan menari di ladang minyak Al Omar untuk merayakan kemenangan atas Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada Sabtu (23/3/2019). AFP/DELIL SOULEIMANAnggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) berkumpul sembari bernyanyi dan menari di ladang minyak Al Omar untuk merayakan kemenangan atas Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada Sabtu (23/3/2019).

BAGHOUZ, KOMPAS.com - Kemenangan atas Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS), dibuktikan dengan merebut benteng terakhir di Baghouz, telah dideklarasikan.

Namun, bukan berarti tugas Pasukan Demokratik Suriah ( SDF) yang sudah melancarkan serangan pamungkas sejak September 2018 usai.

Baca juga: Baghouz, Desa di Mana Bendera Terakhir ISIS Diturunkan

Justru, menurut Komandan Tertinggi SDF Mazloum Kobane sebagaimana diberitakan AFP Sabtu (23/3/2019), mereka baru memasuki fase operasi kedua.

Berbicara dalam upacara di ladang minyak Al Omar yang menjadi markas SDF, Kobane berkata pihaknya kini bakal mengincar sleeper cell, atau sel tidur teroris.

Mereka bakal fokus menargetkan sel tidur di sejumlah titik yang pernah dikuasai ISIS, dan berupaya mengurangi ancaman baik di kawasan maupun dunia.

"Kami mengumumkan kepada publik dunia bahwa kami bakal segera memulai fase baru melawan kelompok teroris tersebut," ujar Kobane dalam pidatonya.

Kobane meminta agar koalisi pimpinan Amerika Serikat ( AS) tetap memberikan bantuan dalam menumpas secara total kelompok ekstremis itu.

Utusan koalisi William Roebuck yang mendapat kesempatan berbicara setelah Kobane juga mengamini pernyataan komandan tertinggi itu.

"Saya sepakat bahwa kami masih mempunyai setumpuk pekerjaan yang harus segera diselesaikan untuk mempertahankan kemenangan atas ISIS," tegas Roebuck.

Komentar senada juga datang dari John Spencer, peneliti Institut Perang Modern di West Point yang menjelaskan kampanye melawan ISIS masih jauh dari kata usai.

"Mereka tidak kalah. Dan tentu saja, mereka tidak berniat untuk kalah. Mereka adalah organisasi teroris," tegas Spencer.

Dunia Barat pun mengapresiasi kemenangan yang awalnya diumumkan oleh juru bicara SDF Mustafa Bali melalu kicauannya di Twitter.

Presiden Perancis Emmanuel Macron menyebut kemenangan SDF merebut Baghouz berarti "ancaman teror signifikan yang mereka terima telah menghilang".

Sementara Perdana Menteri Inggris Theresa May menyebut kemenangan aliansi militer Kurdi dan Arab itu merupakan "batu pijakan penting".

Baca juga: ISIS Dinyatakan Telah Kalah, Bagaimana Pendapat Para Ahli?



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X