Kompas.com - 23/03/2019, 21:22 WIB

Di Al Omar, sebuah ladang minyak yang dijadikan markas SDF untuk melakukan operasi pamungkas, para anggota meletakkan senjata dan bernyanyi serta menari.

Mereka bergabung bersama para petinggi yang berasal dari suku Arab maupun Kurdi, maupun perwakilan AS untuk memperingati rekan mereka yang gugur dan merayakan kemenangan itu.

Teritori ISIS semakin mengecil sejak dua ibu kota de facto mereka, Raqqa (Suriah) dan Mosul (Irak), masing-masing direbut pada 2017 dan 2018.

Kemudian pada September 2018, SDF mulai menggalang kekuatan untuk menggempur ISIS yang saat itu hanya menyisakan wilayah di Lembah Eufrat.

Berdasarkan Observasi untuk HAM Suriah, serangan sejak September 2018 telah membunuh 630 warga sipil, 730 anggota SDF, dan 1.600 anggota ISIS.

Baca juga: Presiden Macron: ISIS Kalah, Ancaman untuk Perancis Hilang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.