Kompas.com - 23/03/2019, 18:25 WIB

Daftar nama dan alamat tetap ada. Tapi, itu tadi, akuransinya meragukan. Bisa jadi pindah alamat, pulang ke Indonesia, atau ganti warga negara.

Pendatang baru, entah mahasiswa, karyawan atau mereka yang sekadar ke Swiss untuk beranak pinak, juga tidak melapor sebagaimana mestinya.

Mereka yang pindah warga negara, hingga saat ini, tak satupun lapor ke KBRI Bern.

Baca juga: Partisipasi Pemilu di Luar Negeri Hanya 22 Persen

Illenez tahu kesulitan pendataan tersebut. Data pemilu lima tahun lalu, katanya,  juga tidak lagi dijadikan patokan. Pihaknya memilih untuk melakukan pendataan ulang. 

"Kalau ada acara komunitas Indonesia, kami bukan stand, mengharapkan agar mereka, calon pemilih itu, mendaftarkan diri," katanya.

Dari acara bazaar, pengajian, misa, atau kegiatan tujuh belasan di Wisma Duta, PPLN aktif melakukan sosialisasi Pemilu 2019.

"Tak hanya itu, kami juga aktif mengumumkannya di media sosial," katanya.

Hasilnya, melegakan. Daftar Pemilih Tetap PPLN Bern naik dua kali lipat. Hingga kini tercatat sebanyak 1.054 nama di dalam daftar pemilih tetap.

Sebanyak 187 orang memilih memberikan suara seperti Budiono, lewat pos. Selebihnya lebih senang datang langsung ke KBRI Bern.

"Saya memilih datang langsung ke Bern, seperti lima tahun lalu. Kangen atmosfirnya, senang ketemu teman teman,“ kata Maria Ronnie Sri Rohannah.

Lima tahun silam, coblosan langsung yang diselenggarakan di KBRI Bern, berlangsung aman.  Setidaknya, tidak ada kerusuhan apapun.

"Semua, tidak terkecuali wartawan,  bisa melihat jalannya coblosan, kecuali bilik suara, karena kami menyediakan layar televisi yang bisa dilihat publik,“ jelas Illenez.

Belajar lima tahun lalu, imbuh Ilenez, pihaknya bersikap terbuka. "Tidak ada syarat khusus, wartawan bisa meliput,“ katanya.

Lima tahun silam, kubu Jokowi menang telak di Swiss, yakni mengantungi 395 suara, sementara Prabowo hanya 84 suara. 

Kendati demikian, bukan berarti tak ada perlawanan dari kubu yang lain. Ketika 200-an simpatisan Jokowi mendeklarasikan dukungan ke pasangan nomor satu di Zurich awal Maret lalu, di hari yang sama, puluhan simpatisan paslon nomor dua juga mengibarkan dukungan di tepi Danau Jenewa.

Persaingan dua kubu ini terus terasa di Swiss. Agar tidak terjadi kericuhan di TPS KBRI Bern, Illenez menyiapkan dua aparat keamanan di Elfenauweg 51 Bern, Swiss.

"Sesuai aturan KPU Pusat, kami siagakan aparat keamanan. Namun kami berharap, Pemilu 2019 berjalan lancar,“ kata Illnez.

Baca juga: Pengawasan Dropbox dalam Pemilu di Luar Negeri Sangat Lemah

Coblosan langsung di TPS KBRI Bern akan dilangsungkan 13 April 2018, mulai pukul 08.00 - 17.00 waktu setempat, yang terhitung lebih cepat enam jam dari waktu Jakarta.

Sementara coblosan lewat pos sudah bisa dilakukan sejak beberapa hari lalu, sebagaimana yang sudah dilakukan Budiono. Hanya saja, penghitungan suara tetap dilakukan 17 April.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.