Kompas.com - 23/03/2019, 18:25 WIB

BERN, KOMPAS.com - Sebuah amplop agak tebal tebal mendarat di Sierre, provinsi  Wallis, Swiss Barat.

Budiono, penerimanya, membuka amplop itu dengan hati hati. Setelah membaca secarik kertas petunjuk cara pencoblosan lewat pos, malam itu juga, laki laki pengemar rujak ini, langsung mencoblosnya.

Satu kertas suara untuk calon anggota DPR, satu suara lagi untuk calon presiden dan wakil presiden mendatang.

Baca juga: Begini Metode Pemungutan Suara Pemilu di Luar Negeri

Keesokan harinya, Budiono  tinggal mencemplungkannya ke kotak pos warna kuning di dekat apartemennya.

"Beres sudah, tinggal menunggu hasilnya,“ katanya.

Ringkas, gampang, dan cepat.

Dibalik kemudahan yang dirasakan Budiono, ternyata terdapat pekerjaan luar biasa rumitnya. 

Syah Illenez Aninda, Ketua Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Swiss, mengaku cukup kesulitan dengan pendataan calon pemilih.

"Bisa kerja sampai dini hari, bahkan pas hari libut juga harus kerja, rumitlah," katanya ketika dihubungi Kompas.com.

Akurasi jumlah calon pemilih di Swiss dan Liechtenstein terbilang buruk. Pemilu lima tahun silam, dari 2.000-an  jumlah WNI yang menetap di kedua negara itu, hanya 500-an yang terdaftar. Tidak sampai 25 persen  dari jumlah data warga Indonesia di Swiss.

KBRI Bern sendiri, meski memiliki daftar resmi warga Indonesia yang menetap di Swiss, tidak bisa menjamin penuh keakuratan datanya.

Setiap kali ada kegiatan yang memerlukan surat menyurat, dari 2.000 amplop yang dikirim, lebih separuhnya balik ke KBRI Bern.

Saat ini, KBRI Bern lebih memilih mengundang melalui media sosial ketimbang surat menyurat lewat pos konvesional.

Baca juga: Bawaslu Nilai Pemilu di Luar Negeri Relatif Aman, Tak Rawan Gangguan

Untuk perayaan hari kemerdekaan misalnya, 2.000-an warga Indonesia di Swiss, diundang lewat media sosial ciptaan Mark Zuckerberg.

"Hanya undangan khusus, kami masih pakai surat menyurat," ujar salah satu diplomat KBRI Bern.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.