Kompas.com - 22/03/2019, 22:18 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com - Pemerintah Suriah menyatakan, mereka berjanji bakal merebut kembali Dataran Tinggi Golan yang saat ini diduduki oleh Israel.

Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikritik karena mengakui Golan sebagai bagian dari wilayah Israel.

Baca juga: Trump Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan

Seperti dikutip oleh Reuters Jumat (22/3/2019), Damaskus menyatakan Golan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari wilayah mereka.

"Merebut kembali Dataran Tinggi Golan sepanjang dijamin oleh peraturan internasional masih menjadi priotitas kami," demikian pernyataan resmi Suriah.

Damaskus juga mengatakan AS dengan "kebodohan dan kesombongannya" tidak punya hak untuk memutuskan nasib kawasan tersebut. "Segala bentuk pengakuan adalah aksi ilegal," tegas mereka.

Sekutu dekat Suriah, Iran, melalui Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif menyuarakan keterkejutannya atas pengakuan yang dilontarkan Trump.

Dalam kicauannya dilansir AFP, Zarif menuturkan presiden berusia 72 tahun itu tak henti-hentinya memberikan keuntungan kepada Israel.

"Pertama Al Quds. Sekarang Golan," ujar Zarif di sela-sela mengikuti pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki.

Ucapan Zarif merujuk kepada pengakuan Trump bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel pada Desember 2017, dan memunculkan gelombang protes dari Palestina.

Sebelumnya, Trump dalam kicauannya menyatakan sudah saatnya bagi AS untuk mengakui kedaulatan Israel atas Golan setelah 52 tahun lamanya.

Presiden ke-45 AS iut menyebut Golan sebagai kawasan yang sangat strategis dan penting bagi keamanan Israel maupun stabilitas regional.

Pengakuan Trump itu mendapat sambutan hangat dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut Iran menggunakan Suriah sebagai wadah menghancurkan Tel Aviv.

Baca juga: Suriah Kecam Trump yang Akui Dataran Tinggi Golan sebagai Wilayah Israel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters,AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.