Pembelot Korut: Kim Jong Un Lebih Kejam Dibanding Ayah dan Kakeknya

Kompas.com - 22/03/2019, 16:16 WIB
Dalam foto ini terlihat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninjau pabrik mesin 1 September di kompleks tambang batu bara Ranam, provinsi Hamgyong Utara. AFP/KCNA VIA KNSDalam foto ini terlihat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninjau pabrik mesin 1 September di kompleks tambang batu bara Ranam, provinsi Hamgyong Utara.

SEOUL, KOMPAS.com - Persepsi orang-orang tentang Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat ini mungkin telah banyak berubah setelah melihat hubungan negara tertutup itu dengan Korea Selatan atau AS.

Barang kini lebih banyak yang beranggapan Korea Utara telah menjadi lebih terbuka dalam hubungannya dengan dunia luar. Bahkan banyak yang percaya akan tercapainya perdamaian dengan Korea Selatan.

Namun bagi para pembelot yang telah melarikan diri dari Korea Utara, pandangan tentang pemimpin ketiga negara itu mungkin jauh berbeda.

Seorang pembelot Korea Utara bahkan menyebut Kim Jong Un sebagai pemimpin yang lebih kejam dibandingkan dua pendahulunya.


Ahn Myeong Chul, mantan penjaga kamp penjara Korea Utara yang kini menjabat direktur eksekutif kelompok advokasi NK Watch, mengatakan, warga Korea Utara tidak lagi mendapat kesempatan kedua dalam rezim pemimpin ini.

Baca juga: Murid Vietnam: Kim Jong Un Orangnya Ramah dan Menarik

"Kakeknya, Kim Il Sung, dan ayahnya Kim Jong Il dapat memaafkan para pelanggar, terlepas dari apa kejahatannya," kata Ahn, dalam sebuah forum yang diselenggarakan Pusat Data Hak Asasi Manusia Korea Utara (NKDB), Kamis (21/3/2019).

"Pelanggar akan menjalani hukuman penjara, tetapi selanjutnya akan dibebaskan. Di bawah pemerintahan Kim Jong Un yang kejam, tidak ada kesempatan kedua," tambahnya.

Transformasi Kim Jong Un dari sosok diktator nuklir menjadi diplomat berbakat pada 2018 mungkin telah meredakan ketegangan di semenanjung Korea.

"Perubahan itu juga mengubah persepsi publik Korea Selatan tentang situasi pelanggaran hak asasi manusia di Korea Utara," kata Yeo Sang Yoon, direktur utama NKDB.

Yoon mengatakan, muncul persepsi keseluruhan di Korea Selatan bahwa hak asasi manusia Korea Utara telah semakin baik karena diplomasi. Namun keduanya sebenarnya tidak saling berhubungan.

Dalam jajak pendapat tahunan yang melibatkan 1.000 warga Korea Selatan, pada 2018 menunjukkan penurunan 10 persen dari jumlah responden yang menilai situasi hak asasi manusia di Korea Utara adalah hal serius dan mengerikan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber UPI
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X