Pilot Ethiopian Airlines Disebut Tak Terima Pelatihan Pesawat Boeing 737 MAX 8

Kompas.com - 21/03/2019, 20:36 WIB
Seorang pria membawa puing di lokasi jatuhnya penerbangan Ethiopian Airlines di Bishoftu, sebuah kota sekitar 60 kilometer tenggara Addis Ababa, Etiopia, Minggu (10/3/2019). (AFP/MICHAEL TEWELDE) Seorang pria membawa puing di lokasi jatuhnya penerbangan Ethiopian Airlines di Bishoftu, sebuah kota sekitar 60 kilometer tenggara Addis Ababa, Etiopia, Minggu (10/3/2019). (AFP/MICHAEL TEWELDE)

ADDIS ABABA, KOMPAS.com - Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat maskapai Ethiopian Airlines yang jatuh pada 10 Maret lalu.

Berdasarkan keterangan sumber dari internal maskapai, pilot yang bertugas tidak menerima pelatihan soal pesawat baru Boeing 737 MAX 8.

Baca juga: Boeing Dinilai Tak Proaktif Tanggapi Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines

Sumber yang mengaku tidak diperkenankan untuk membuka rahasia itu berkata, maskapai sebenarnya sudah membawa simulator dan mengoperasikannya dua bulan sebelum insiden terjadi.

The New York Times via The Independent memberitakan Kamis (21/3/2019), Boeing menyatakan para pilot yang terbiasa dengan tipe 737 harus menerima pelatihan lagi soal MAX 8.

Kapten Yared Getachew yang berpengalaman 8.000 jam terbang, termasuk dengan pesawat 737, berlatih dengan simulator lain pada akhir September dan awal Oktober.

Sumber itu menjelaskan, Getachew tidak mengikuti kursus penyegaran menggunakan simulator MAX 8 hingga insiden penerbangan 302 terjadi.

Tidak dijelaskan apakah kopilot Ahmednur Mohammed telah mendapat pelatihan di simulator MAX 8. Juga tidak jelas apakah maskapai menggunakan simulator bagi pilot baru atau rutin setiap enam bulan.

Meski Boeing menyatakan pesawat itu aman, jatuhnya ET 302 di Bishoftu tak lama setelah setelah lepas landas memunculkan pertanyaan besar.

Tak hanya ke Boeing, namun juga Badan Penerbangan AS (FAA) apakah telah memberikan pelatihan cukup bagi pilot untuk beradaptasi dengan sistem baru MAX 8.

Apalagi pesawat ET 302 jatuh setelah maskapai Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, pada 29 Oktober tahun lalu.

Boeing sebelumnya mengatakan pilot yang pernah menerbangkan varian 737 sebelumnya tak perlu menerima pelatihan tambahan. Bahkan setelah tragedi JT 610, FAA setuju.

Banyak pilot mempelajari fitur baru MAX 8 melalui iPad, dan ada yang tidak diberi tahu adanya sistem otomatis jika terjadi mendekati kondisi stall.

Pesawat ET 302 yang jatuh di Bishoftu menewaskan 157 orang, dengan negara di dunia memutuskan tak mengoperasikan MAX 8 hingga penyebab jatuhnya dipastikan.

Baca juga: Saat Keluarga Korban Jatuhnya Ethiopian Airlines Tangisi Peti Kosong...



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X