Kompas.com - 21/03/2019, 08:38 WIB

KASHMIR, KOMPAS.com - Sekolah-sekolah dan tempat usaha ditutup di seluruh penjuru wilayah India Kashmir, setelah aksi protes warga meluas yang dipicu kematian seorang guru saat dalam penahanan.

Rizwan Asad Pandit dicokok polisi di kediamannya pada Minggu (17/3/2019) malam untuk dibawa ke pusat penahanan di pusat kota Srinagar.

Dia dibawa petugas dalam kaitannya dengan penyelidikan kasus teror. Namun pada Selasa (19/3/2019) dini hari dia dikabarkan telah meninggal.

Polisi tidak memberikan penjelasan apa pun mengenai kematian Pandit di dalam tahanan.

Dilansir AFP, Pandit diketahui merupakan seorang guru sekaligus juru kampanye untuk Jamaat-e-Islami, kelompok politik keagamaan terbesar di India Kashmir yang belum lama ini dinyatakan terlarang oleh pemerintah India.

Baca juga: Konflik Memanas, India Larang Organisasi Jamaat-e-Islami di Kashmir

Otoritas setempat pun melancarkan tindakan keras yang membawa pada penangkapan ratusan orang setelahnya, termasuk di antaranya Pandit.

Namun pihak keluarga meyakini bahwa Pandit tidak memiliki hubungan dengan militansi dan kematiannya adalah sebuah pembunuhan.

"Dia telah dibunuh dan sekarang mereka berbohong tentang kematiannya. Bagaimana mungkin? Dia telah disiksa hingga tewas," ujar Zulqarnain Pandit, kakak dari Pandit, kepada surat kabar lokal, Kashmir Reader.

Kabar kematian Pandit dengan cepat tersebar di Kashmir, wilayah dengan mayoritas Muslim di mana kemarahan warga terhadap pemerintah India kerap berubah menjadi bentrokan antara warga sipil dengan pasukan pemerintah.

Pemerintah setempat telah memerintahkan digelarnya penyelidikan atas kematian Pandit, tetapi polisi belum mendaftarkan penyelidikan resmi.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.