Kompas.com - 20/03/2019, 22:12 WIB

DEN HAAG, KOMPAS.com - Pengadilan PBB menaikkan hukuman bagi penjahat Perang Bosnia-Serbia Radovan Karadzic dalam persidangan banding yang digelar Rabu (20/3/2019).

Hukuman penjara Karadzic, mantan Presiden Republik Srpska, dinaikkan menjadi seumur hidup atas perannya dalam pembantaian massal pada 27 tahun silam.

Baca juga: Terpidana Kasus Pembantaian Srebrenica Hadapi Putusan Banding

Diwartakan The Guardian dan AFP, kelima hakim PBB membatalkan hukuman 40 tahun penjara yang dijatuhkan pada 2016 atas kejahatan perang dan genosida.

Hakim Ketua Vagn Joensen mengatakan, pengadilan Den Haag menjatuhkan hukuman seumur hidup setelah menolak satu elemen yang dihilangkan dalam vonis 2016.

Elemen itu adalah dakwaan penahanan ilegal terhadap warga sipil yang dibatalkan dengan alasan Karadzic tidak diizinkan melakukan pemeriksaan silang terhadap para saksi.

Karena itu, seluruh hakim sepakat penjahat perang berusia 73 tahun tersebut terlibat dalam pembantaian sipil terburuk di Eropa sejak 1940-an.

Pembantaian yang dimaksud terjadi di Srebrenica pada Juli 1995, di mana lebih dari 8.000 pria maupun anak-anak Muslim Bosnia dibunuh.

Karadzic dinilai terlibat karena empat bulan sebelum pembantaian terjadi, dia menandatangani sebuah perintah bernama Directive 7.

Dalam keputusan eksekutif tersebut, dia memerintahkan agar warga Srebrenica harus "disiksa hingga mereka tidak punya kans menyelamatkan diri".

Joensen berpandangan, hakim pengadilan 2016 meremehkan fakta Karadzic bertanggung jawab dalam kejahatan yang sangat sistematis itu.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.