Menlu Selandia Baru Bakal "Hadapi" Komentar Erdogan soal Penembakan di Masjid

Kompas.com - 20/03/2019, 21:06 WIB
Warga lintas agama mendatangi Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, untuk meletakkan bunga dan berdoa bagi korban serangan teror, Senin (18/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka. AFP PHOTO/DAVID MOIRWarga lintas agama mendatangi Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, untuk meletakkan bunga dan berdoa bagi korban serangan teror, Senin (18/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka.

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, Menteri Luar Negeri Winston Peters bakal bertolak ke Turki.

Peters bakal "menghadapi" Presiden Recep Tayyip Erdogan yang berkomentar soal aksi teror penembakan di masjid Christichurch pada Jumat pekan lalu (15/3/2019).

Baca juga: Tampilkan Video Teror Selandia Baru Saat Kampanye, Erdogan Dikritik

Teroris bernama Brenton Tarrant menyerang jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika menunaikan Shalat Jumat, dengan 50 jemaah dilaporkan tewas.

Dalam kampanye pemilihan lokal bagi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), Erdogan berkata Turki bakal membalas jika Selandia Baru tak melakukannya.

Tak hanya berkomentar, Erdogan juga menunjukkan video momen penembakan itu kepada para pendukungnya, seperti dilansir Reuters via Asia One Rabu (20/3/2019).

Kepada awak media di Christichurch, Ardern menyatakan Peters yang juga Wakil PM bakal menghadapi komentar dari mantan Perdana Menteri Turki tersebut.

"Dia (Peters) bakal menghadapi dan meluruskannya. Secara tatap muka langsung," tegas PM perempuan termuda dalam sejarah Selandia Baru itu.

Peters sebelumnya telah mengecam komentar yang diucapkan Erdogan karena bakal membahayakan warga Negeri "Kiwi" yang hidup di luar negeri.

Komentar Erdogan juga membuat Perdana Menteri Australia Scott Morrison gusar. Pasalnya Erdogan sempat mengancam warga Australia yang mempunyai ideologi anti-Muslim.

Erdogan memperingatkan mereka bakal "dimasukkan dalam peti mati". Merujuk Pertempuran Gallipoli di Perang Dunia I di mana 8.000 orang Australia tewas melawan Kekaisaran Ottoman.

Morrison menyatakan dia telah memanggil Duta Besar Turki, dan mendesak supaya komentar Erdogan itu bisa dihapus dari tayangan televisi setempat.

"Pernyataan yang dibuat Preside Erdogan sangat menyinggung warga Australia dan ceroboh di tengah situasi seperti ini," ujarnya dikutip AFP.

Morrison juga menuturkan saat ini pemerintahannya masih mengkaji apakah bakal mengeluarkan peringatan bepergian bagi warga Negeri "Kanguru" ke Turki.

Baca juga: Teroris Penembak Masjid Selandia Baru Bakal Jalani Hidup Menyedihkan di Penjara



Sumber Asia One,AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X